kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Hyundai Siapkan US$ 3 Miliar untuk Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia


Jumat, 23 Januari 2026 / 19:08 WIB
Hyundai Siapkan US$ 3 Miliar untuk Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia
ILUSTRASI. Hyundai (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperkuat produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia melalui investasi senilai US$ 3 miliar.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperkuat produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia melalui investasi senilai US$ 3 miliar.

Langkah ini dilakukan seiring wacana penghentian insentif bagi mobil listrik impor utuh (completely built up/CBU) pada 2026. 

Chief Operating Officer (COO) HMID, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pihaknya menghormati dan mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat industri otomotif nasional, serta mendorong produksi kendaraan listrik dalam negeri.

"Hal ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Hyundai dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Gaikindo: Perakitan Lokal Bikin Harga Mobil Listrik Lebih Kompetitif

Fransiscus menuturkan, komitmen Hyundai tampak pada investasi US$ 3 miliar yang salah satunya ditujukan untuk mendukung produksi lokal kendaraan listrik.

Investasi tersebut, lanjutnya, mencakup keberadaan pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), pabrik baterai sistem Hyundai LG Industry (HLI), serta pabrik baterai pack Hyundai Energy Indonesia (HEI).

Dukungan fasilitas produksi lokal, kata Fransiscus, terus memungkinkan HMID menjaga stabilitas pasokan kendaraan listrik.

"Prinsip kami adalah mengutamakan kebutuhan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas, layanan purna jual komprehensif, serta komitmen berkelanjutan terhadap investasi lokal," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Fransiscus memaparkan bahwa HMID masih mengacu pada regulasi kendaraan listrik yang berlaku secara resmi.

Selain regulasi, dalam menetapkan harga dan strategi penjualan EV ke depan, HMID akan tetap mempertimbangkan struktur biaya dan daya beli konsumen.

"Kami siap menyesuaikan strategi seiring kejelasan kebijakan ke depan,” pungkas dia.

Baca Juga: TikTok Bantu Brand Maksimalkan Momentum Ramadan, Beri Dampak Nyata dan Terukur

Selanjutnya: Gaikindo: Perakitan Lokal Bikin Harga Mobil Listrik Lebih Kompetitif

Menarik Dibaca: Ternyata Ini 6 Alasan Sering Lapar saat Cuaca Dingin, Apa Saja ya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×