Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memandang prospek industri logistik nasional masih solid pada 2026, seiring berlanjutnya pertumbuhan e-commerce dan meningkatnya aktivitas UMKM di kanal digital.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan membidik pertumbuhan volume dan pendapatan secara konsisten di kisaran 20%–30% sepanjang tahun depan.
Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi mengatakan, penguatan segmen e-commerce masih menjadi fokus utama perusahaan. Namun, JNE juga melihat peluang besar pada layanan non-platform, khususnya pengiriman reguler dan segmen business-to-business (B2B) yang membutuhkan solusi logistik terintegrasi.
Baca Juga: BPH Migas Pantau Kesiapan Operasional Pipa Gas Cisem Tahap II
“Memasuki semester I 2026, kami memandang prospek industri logistik tetap sangat positif. Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital serta pertumbuhan e-commerce dan UMKM terus mendorong peningkatan volume pengiriman,” ujar Eri, Rabu (27/1/2026).
Selain e-commerce, Eri menyebut basis pelanggan korporasi dan UMKM di luar platform menjadi salah satu penopang pertumbuhan JNE ke depan.
Menurutnya, kebutuhan distribusi yang lebih luas dan beragam membuka ruang bagi JNE untuk memperluas layanan rantai pasok B2B.
Di sisi lain, JNE mengakui tantangan industri masih cukup dinamis, terutama terkait biaya operasional, kondisi infrastruktur antardaerah, serta faktor eksternal seperti cuaca ekstrem. Untuk menjaga kinerja, perusahaan menempuh strategi efisiensi melalui optimalisasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya yang ada.
“Optimalisasi sistem kerja dan pengelolaan aset operasional menjadi fokus kami agar efisiensi meningkat tanpa mengorbankan kualitas layanan. Dengan jaringan lebih dari 8.000 titik layanan, 11.000 armada, dan sekitar 50.000 karyawan, kami memastikan operasional tetap berjalan optimal dan tarif layanan tetap kompetitif,” kata Eri.
Menghadapi lonjakan volume pada peak season kuartal I, khususnya selama Ramadan dan Idulfitri, JNE telah menyiapkan penguatan infrastruktur serta manajemen kapasitas berbasis data. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah peningkatan permintaan pengiriman.
Baca Juga: Hypernet Technologies Ungkap Strategi, Dari Warnet ke Managed Service Provider
Terkait arus mudik dan pembatasan operasional angkutan darat, JNE mengandalkan strategi distribusi multimoda dengan mengoptimalkan jalur udara dan laut, serta memperkuat sinergi dengan mitra transportasi.
“Kami juga memaksimalkan peran Megahub yang dilengkapi Automatic Sorting Center dan konektivitas ke jaringan nasional, sehingga proses konsolidasi dan distribusi tetap efisien meskipun terdapat pembatasan di lapangan,” tutur Eri.
Selanjutnya: BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun kepada 118 Ribu Debitur hingga Tahun 2025
Menarik Dibaca: Jangan Lewatkan! Promo Alfamart Serba Gratis Berakhir 31 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













