kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ide revitalisasi Bulog mengerek turun harga gula


Jumat, 14 September 2012 / 17:24 WIB
Ide revitalisasi Bulog mengerek turun harga gula
ILUSTRASI. Mengenal APBD mulai dari pengertian, fungsi, hingga langkah penyusunannya. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Harga lelang gula petani di beberapa wilayah turun cukup tinggi belakangan ini. Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mengatakan, harga gula lelang terakhir pada hari ini (14/9) hanya Rp 8.550 per kilogram (kg), atau turun 21,6% dibandingkan saat bulan Ramadan lalu.

"Sejak Ramadan sampai sekarang harga lelang gula terus menurun," kata Soemitro, kepada KONTAN (14/9). Ia membandingkan, harga lelang gula pada Ramadan lalu mencapai Rp 10.400 per kg, bahkan saat Lebaran harga lelang gula berada pada kisaran Rp 10.561 per kg.

Saat ini harga lelang gula di Jawa Tengah hanya ada pada kisaran Rp 8.550. Menurut Soemitro, penurunan harga lelang gula tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di daerah penghasil gula lainnya seperti Jawa Timur.

Menurut pendapat Soemitro, turunnya harga lelang gula karena pedagang gula khawatir pemerintah memperluas kewenangan Bulog dalam mengendalikan harga pangan termasuk gula. Menurut Soemitro, harga gula di harga Rp 10.000 per kg sudah terbilang wajar bagi petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×