kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

IESR: Target Penambahan Kapasitas Pembangkit EBT Sulit Tercapai


Minggu, 27 November 2022 / 19:29 WIB
ILUSTRASI. IESR sebut target penambahan kapasitas pembangkit EBT sulit tercapai. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai target penambahan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 2025 bakal sulit tercapai.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengungkapkan, kebutuhan 10,9 GW kapasitas pembangkit EBT baru sulit tercapai dengan pelaksanaan skema bisnis saat ini.

Fabby menjelaskan, saat ini proses lelang proyek EBT belum berjalan optimal.

"Baru satu kali lelang dilakukan, belum ada lelang lain oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)," kata Fabby kepada Kontan, Minggu (27/11).

Baca Juga: Dorong Pemanfaatan EBT, Kementerian ESDM Bakal Dorong Proyek Super Grid

Fabby menjelaskan, dengan target mengejar bauran EBT 23% pada 2025 mendatang maka lelang proyek seharusnya segera dilakukan.

Menurutnya, masih banyak proses yang harus dilalui sebelum proyek dapat memasuki fase konstruksi. Untuk itu, jika lelang tidak dimulai maka akan sulit untuk mencapai target penambahan kapasitas pembangkit EBT.

"Saya gak tahu kendalanya apa, tapi untuk bisa mencapai target maka proyek-proyek harus mulai dilelang," tegas Fabby.

Baca Juga: Menteri ESDM Dorong Penyediaan Energi Hijau untuk industri

Merujuk pada Rencana Umum Penyediaan Energi Listrik (RUPTL) 2021-2030, tambahan pembangkit untuk tahun 2021 ditargetkan sebesar 752 MW, kemudian bertambah sebesar 648 MW pada 2022. 

Kapasitas akan bertambah signifikan pada 2023 mencapai 2.028 MW, selanjutnya bertambah sebesar 1.670 MW pada 2024 dan sebesar 5.544 MW pada 2025 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×