Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) mendorong penguatan kualitas dan integrasi layanan laboratorium kesehatan untuk mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus kepengurusan ILKI periode 2025–2029 yang resmi dilantik di Prodia Tower, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Pelantikan pengurus pusat dilakukan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi.
Baca Juga: Jasa Marga Optimalkan Data Traffic untuk Tingkatkan Transaksi Tol
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran laboratorium kesehatan dalam mendukung ketepatan diagnosis, pencegahan penyakit, hingga deteksi dini ancaman kesehatan masyarakat.
Menurut Maria, laboratorium kesehatan bukan sekadar fasilitas penunjang medis, melainkan bagian penting dari sistem kewaspadaan dini kesehatan masyarakat.
Karena itu, kualitas dan ketepatan layanan laboratorium berpengaruh terhadap pengambilan keputusan klinis serta kecepatan respons terhadap penyakit menular maupun tidak menular.
Kementerian Kesehatan saat ini tengah mempercepat pelaksanaan enam pilar Transformasi Kesehatan. Dalam agenda tersebut, transformasi pelayanan kesehatan primer didukung oleh penguatan teknologi kesehatan, termasuk integrasi layanan laboratorium.
Maria mengatakan, penguatan jejaring laboratorium perlu mencakup fasilitas di Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), hingga laboratorium swasta dan mandiri.
Baca Juga: Memperluas Adopsi Jaringan 5G, XLSMart Menggandeng Nubia
Integrasi tersebut diperlukan agar masyarakat di berbagai wilayah dapat mengakses layanan diagnostik yang bermutu, cepat, dan terjangkau.
Kementerian Kesehatan juga mendorong ILKI memperkuat pembinaan dan standardisasi mutu laboratorium anggotanya, termasuk pemenuhan standar keselamatan pasien dan akreditasi.
Selain itu, organisasi tersebut diharapkan mendorong interoperabilitas data laboratorium dengan platform digital kesehatan nasional SATUSEHAT.
Penguatan jejaring laboratorium juga menjadi agenda penting agar kapasitas layanan diagnostik di tingkat primer, komunitas, maupun lanjutan semakin merata.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat ILKI periode 2025–2029 Purwanto mengatakan, organisasi memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas laboratorium anggota.
Pembinaan tersebut mencakup pendampingan pendirian laboratorium, proses akreditasi, konsultasi manajemen, serta pelaksanaan pemantapan mutu internal dan eksternal.
Purwanto berharap kepengurusan baru dapat menjadi wadah untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi anggota, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan organisasi lain yang memiliki bidang kegiatan sejenis.
Untuk menjalankan program kerja selama empat tahun ke depan, ILKI akan berfokus pada penguatan struktur kepengurusan, pengembangan cabang di berbagai wilayah Indonesia, pemberdayaan anggota dan pemangku kepentingan, serta peningkatan kemampuan manajerial pimpinan laboratorium klinis.
Baca Juga: Negara ASEAN Geber Sektor Pariwisata, Perbaikan SDM Pariwisata Jadi Salah Satu Fokus
Dorong Inovasi Teknologi Laboratorium
Rangkaian pelantikan pengurus juga diisi seminar ilmiah bertema “Akselerasi Transformasi Teknologi Laboratorium Kesehatan: Peran Strategis ILKI dalam Mendorong Inovasi dan Implementasi Teknologi”.
Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Amiroh Kurniati, Budiman Kharma, dan Miswar Fattah. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta secara luring dan daring yang terdiri dari profesional laboratorium kesehatan serta pemangku kepentingan di sektor pelayanan kesehatan.
Forum tersebut membahas perkembangan teknologi laboratorium, inovasi diagnostik, serta tantangan dan peluang penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Melalui kepengurusan baru, ILKI menargetkan penguatan perannya sebagai wadah pembinaan laboratorium kesehatan sekaligus mitra pemerintah dalam membangun ekosistem layanan diagnostik yang terintegrasi.
Upaya tersebut tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, standardisasi mutu, tata kelola laboratorium, dan integrasi sistem informasi kesehatan.
Baca Juga: Pemerintah Perluas Negara Mitra DHE SDA, Korea Selatan hingga Uni Eropa Masuk Daftar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
