Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) untuk mengembangkan usaha tak cukup hanya bermodal produk yang baik. Pelaku usaha juga perlu memperkuat manajemen, memanfaatkan teknologi digital, hingga memperluas pasar.
Untuk mendorong hal itu, sebanyak 857 UMK binaan Pertamina yang berhasil lolos ke tahap nasional Pertamina UMK Academy 2026 diberi sejak September 2026.
Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina, Rudi Ariffianto mengatakan bahwa Pertamina UMK Academy merupakan program inkubasi usaha yang memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu usaha lokal bertumbuh, meningkatkan kapabilitas, kualitas serta daya saing serta memberikan eksposure yang lebih luas agar usaha mereka semakin dikenal dan jangkauan pemasaran bertambah luas.
Program ini dirancang melalui kurikulum pembinaan yang menyeluruh untuk mendorong UMK berkembang menjadi usaha modern, tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Baca Juga: Aprindo Bidik Perluasan Pasar UMKM Lewat Jaringan Ritel Modern
"Pelatihan yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar produk-produk unggulan daerah dapat berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional," ujar Rudi dalam keterangannya, Minggu (8/11).
Dia bilang, program UMK Academy dikemas dengan kurikulum pembinaan yang komprehensif melalui berbagai kegiatan yang akan mendorong UMK tumbuh dan berkembang, sebagai fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan.
Sepanjang perjalanan UMK Academy regional, Pertamina telah menggelar 43 sesi pelatihan di 10 wilayah, melampaui target awal 40 sesi atau mencapai 108 persen. Selain itu, terdapat 11 kegiatan pameran dan lebih dari 600 kali pendampingan, baik secara daring maupun melalui kunjungan langsung.
Dari 857 UMK yang lolos, Jawa Tengah-DIY menjadi wilayah dengan peserta terbanyak, yakni 135 UMK dari 211 peserta. Disusul Jawa Timur dengan 129 UMK dari 215 peserta. Sementara itu, Bali-Nusra mencatat persentase kelulusan yang cukup tinggi, mencapai 60,9%.
Baca Juga: UMP 2027 Diusulkan Naik 7,5%-9,5%, HIPMI Minta Perhatikan Kemampuan UMKM
Dilihat dari sektor usaha, kuliner atau makanan dan minuman masih menjadi andalan dengan 483 UMK atau 56,4% dari total peserta yang lolos. Berikutnya, sektor fesyen dan wastra sebanyak 169 UMK (19,7%), serta kerajinan dan perhiasan sebanyak 159 UMK (18,6%).
Peserta lainnya berasal dari sektor agribisnis sebanyak 21 UMK, kesehatan, kecantikan dan perawatan rumah tangga sebanyak 17 UMK, serta jasa dan perdagangan umum sebanyak 8 UMK.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
