kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Startup Indonesia Bidik Akses Investasi dan Pasar di Ekosistem BRICS


Minggu, 08 November 2026 / 14:31 WIB
Startup Indonesia Bidik Akses Investasi dan Pasar di Ekosistem BRICS
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY-CURRENCY (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Startup Indonesia menjajaki peluang untuk memperluas akses investasi dan pasar internasional melalui jejaring inovasi negara-negara BRICS. Kolaborasi lintas negara dinilai dapat membuka kesempatan bagi startup untuk mengembangkan produk, mengakses teknologi, hingga menjajaki kemitraan bisnis.

Peluang tersebut turut dijajaki Maulana Wiga, Ketua STARFINDO (Asosiasi Startup for Industry Indonesia) sekaligus CEO Bepahkupi. Maulana akan mewakili Indonesia dalam program BRICS Young Science and Innovation Ambassadors Exchange Program 2026 di Xiamen, China, pada 12–20 November 2026.

Menurut Maulana, forum yang mempertemukan talenta muda dari negara-negara BRICS tersebut membuka peluang bagi startup dan pelaku inovasi untuk membangun jejaring dengan perusahaan teknologi, lembaga riset, serta calon mitra bisnis dari berbagai negara.

Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Optimistis Kinerja Tumbuh hingga Akhir 2026, Ini Pendorongnya

"Hal penting lainnya, di sini juga terdapat kegiatan networking dan business matchmaking. Peserta akan memperoleh akses langsung terhadap ekosistem inovasi yang berkembang pesat di China," ujar Maulana dalam keterangannya, Minggu (8/11).

Ia menilai, akses terhadap ekosistem inovasi internasional dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia. Potensi kolaborasi tersebut mencakup transfer teknologi, pengembangan produk, investasi, hingga perluasan akses pasar.

Dalam program tersebut, peserta dijadwalkan mengikuti diskusi bersama para pakar, mengunjungi platform inovasi dan perusahaan teknologi, serta mempresentasikan proyek masing-masing.

Peserta juga diharapkan membawa proyek, teknologi, sumber daya institusi, maupun kebutuhan kolaborasi yang ingin dikembangkan selama mengikuti kegiatan di Xiamen.

Bagi startup, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus menjajaki peluang pengembangan usaha melalui kemitraan lintas negara. Terlebih, China memiliki ekosistem teknologi dan inovasi yang berkembang pesat.

Maulana mengatakan, keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut juga penting untuk memperkuat posisi inovator nasional dalam rantai nilai inovasi internasional.

Melalui jejaring dengan pelaku industri dan lembaga riset negara-negara BRICS, peluang kolaborasi diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang mendukung hilirisasi inovasi dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Baca Juga: Memperluas Adopsi Jaringan 5G, XLSMart Menggandeng Nubia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×