kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.193   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

ILO sebut konsumen pakaian jadi kini lebih peduli isu ketenagakerjaan


Jumat, 04 Oktober 2019 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Buruh pabrik menjahit pakaian di pabrik PT Yeon heung Mega Sari


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

Mengutip publikasi Reuters yang dimuat pada 10 Januari 2019, sebanyak 6 dari 10 konsumen di Britania Raya bersedia membayar harga lebih tinggi ketika membeli pakaian jadi apabila hak-hak pekerja untuk mendapatkan upah yang adil dipenuhi dalam proses produksi.

Baca Juga: Berapa besaran kenaikan upah ideal? Ini pendapat ekonom Indef

Berkembanganya tren konsumerisme etis pada konsumen tampaknya menjadi peluang bagi pelaku industri garmen lokal yang sudah menerapkan standar-standar ketenagakerjaan internasional dalam kegiatan produksinya.

Ambil contoh, PT Ungaran Sari Garments (USG) misalnya. Produsen garmen yang memiliki kapasitas produksi sebesar 33,6 juta potong per tahun ini telah berupaya menerapkan standar-standar ketenagakerjaan internasional dalam kegiatan produksinya pada beberapa tahun terakhir.

Hal ini di antaranya dilakukan dengan bermitra dengan ILO melalui program Better Work Indonesia (BWI) sejak tahun 2013.

Sebagai informasi, BWI merupakan program ILO yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pekerja, terutama pekerja perempuan pada industri garmen. Program ini dilakukan dengan bekerja sama dengan International Finance Corporation (IFC).

Melalui program ini, BWI memberikan pelatihan dan konsultasi mengenai penerapan standar ketenagakerjaan internasional dan undang-undang ketenagakerjaan nasional.

Baca Juga: Pengusaha desak pemerintah merevisi UU Ketenagakerjaan, ini penyebabnya

Tidak hanya itu, BWI juga menyediakan layanan penilaian untuk menentukan sejauh mana standar-standar ketenagakerjaan internasional sudah diterapkan oleh produsen garmen yang menjadi mitra.

Dari proses-proses penilaian tersebut, USG mendapatkan laporan penilaian yang dapat digunakan sebagai bukti kredibilitas perusahaan dalam mengimplementasikan standar-standar ketenagakerjaan yang ada.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×