kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Impor datang, bawang lokal Rp 12.000 per kg


Rabu, 20 Maret 2013 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Ada banyak jenis olahraga mengecilkan perut yang layak untuk Anda coba.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Minimnya pasokan bawang merah lokal dan impor menjadi penyebab kenaikan harga bawang merah. Seperti juga pada komoditas bawang putih, Kementerian Pertanian (Kemtan) dianggap bertanggung jawab atas keterlambatan penerbitan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) bawang merah.

"RIPH terlambat, pasokan lokal kurang, ini yang mengakibatkan harga tinggi," kata Mudatsir, Sekretaris Jenderal Dewan Bawang Merah Nasional.


Dengan kondisi seperti ini, Mudatsir memperkirakan, jika pun RIPH sudah keluar dan bawang merah masuk maka harga di dalam negeri akan bertahan Rp 12.000 per kilogram. Dengan target produksi hingga 1,16 juta ton bawang merah tahun ini, pemerintah memberikan kuota impor bawang merah 60.000 ton pada semester I-2013.


Mudatsir berharap impor tidak lebih dari 60.000 ton, karena jumlah itu cukup memenuhi kebutuhan bawang hingga bulan Mei. "Peredaran harus dipantau, jangan tiba-tiba datang bawang impor saat sedang panen raya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×