kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Impor Masih Tinggi, Pemerintah Didesak Tingkatkan Produksi Kakao Lokal


Kamis, 14 September 2023 / 15:48 WIB
Impor Masih Tinggi, Pemerintah Didesak Tingkatkan Produksi Kakao Lokal


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Ketua Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), Piter Jasman meminta pemerintah fokus pada sektor hulu. Yakni membantu petani kakao meningkatkan produksi. Sehingga Indonesia dapat mengurangi keluarnya devisa dan dapat memenuhi kebutuhan kakao nasional.

"Kalau tidak salah tiap tahun kita mengimpor hampir US$ 600 juta (bahan baku kakao)," ucap Piter.

Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Arief Susanto mengatakan, diperlukan komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk bekerjasama dalam meningkatkan produktivitas kakao dan kesejahteraan petani. 

Baca Juga: Sistem pembayaran digital akan memberi nilai tambah pada petani kakao

"Sehingga berapapun yang akan diproduksi itu pasti akan diserap oleh industri," ucap Arief.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kakao, Arif Zamroni mengatakan, Kementerian Pertanian mesti berperan dalam peningkatan produksi kakao, Kementerian Perindustrian perlu mengelola sektor tengah dan Kementerian Perdagangan perlu memperhatikan kinerja perdagangan kakao.

Selain itu, tantangan implementasi program peningkatan produksi di tingkat daerah.  "Mengcombine, mengakselerasi, mengharmonisasi itu yang sekarang sampai hari ini belum berhasil," ujar Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×