kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Incar Pendapatan Rp 2,6 Triliun, Ini Strategi Metropolitan Kentjana (MKPI) pada 2024


Kamis, 04 Januari 2024 / 17:14 WIB
Incar Pendapatan Rp 2,6 Triliun, Ini Strategi Metropolitan Kentjana (MKPI) pada 2024
ILUSTRASI. Deretan gedung perkantoran dan apartemen yang dikembangkan PT Metropolitan Kentjana Tbk di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (5/4/2021).


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten properti, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) menyiapkan sejumlah rencana bisnis di sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah rencana pengembangan proyek baru. 

Wakil Presiden Direktur MKPI Jeffri Tanudjaja mengungkapkan, di tahun ini MKPI akan mengembangkan area yang saat ini dipakai Ranch Market dan area ex Carrefour Lebak Bulus. Selain itu, MKPI juga akan membangun perumahan Aurelle Pondok Indah.

“Dan menyelesaikan pembangunan Pondok Indah Town House,” ungkap Jeffri, kepada Kontan.co.id, Rabu (3/1). 

Dengan sejumlah agenda bisnis yang canangkan, Manajemen MKPI mengincar angka pendapatan mencapai Rp 2,6 triliun. Di mana, sebagian besar atau 85% dari total pendapatan tersebut akan ditopang oleh pendapatan sewa dan hotel. 

Baca Juga: RKAB Disetujui, Bukit Asam (PTBA) Siap Kerek Produksi Batubara pada Tahun Ini

Metropolitan Kentjana pun berharap, hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bisa berjalan dengan aman dan kondusif. Sehingga tidak akan memberi dampak negatif terhadap prospek pasar properti ke depan. 

Untuk menyukseskan agenda bisnis di sepanjang tahun ini, MKPI menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar Rp 370 miliar. Dana capex tersebut akan digunakan sebagai modal keperluan proyek baru dan juga proyek-proyek eksiting. 

“Diharapkan laba naik 10 % dari tahun 2023,” tuturnya.

Hingga akhir September 2023, MKPI mengantongi pendapatan dan penjualan neto sebesar Rp 1,72 triliun. Angka ini bertumbuh 24,60% year on year (YoY) dibandingkan Rp 1,38 triliun pada posisi yang sama tahun lalu. 

Dari sisi bottom line, perusahaan ini berhasil meraup laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 638,10 miliar. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2022, laba bersih MKPI tercatat Rp 476,97 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×