kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indocement (INTP) Terima Sampah Perdana untuk Bahan Bakar Alternatif


Selasa, 27 Juni 2023 / 12:08 WIB
Indocement (INTP) Terima Sampah Perdana untuk Bahan Bakar Alternatif
Indocement (INTP) terima sampah perdana untuk bahan bakar alternatif.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menerima pengiriman pertama sekitar 80 ton sampai 100 ton refused derived fuel (RDF) dari fasilitas landfill mining dan RDF Plant tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang pada hari ini, Selasa (27/6).

Sampah ini akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil (batubara) untuk proses produksi semen di Kompleks Pabrik Citeureup.

Pengiriman ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian uji coba penyediaan bahan bakar alternatif dari pengolahan sampah antara Indocement dan Unit Pengolahan Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 15 Juni 2023 lalu.

Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berkesempatan melepas secara simbolis pengangkutan pertama puluhan truk bermuatan bahan bakar alternatif RDF dari pengolahan sampah TPST Bantargebang.

“Kerja sama ini merupakan solusi permasalahan sampah di TPST Bantargebang yang saat ini hampir mencapai kapasitas maksimalnya. Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada industri semen yang bersedia bekerja sama menjadi offtaker RDF dari TPST Bantargebang,” kata Heru.

Baca Juga: Terhambat Libur Lebaran 2023, Penjualan Indocement (INTP) Menurun

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan bahwa Fasilitas Landfill Mining dan RDF Plant TPST Bantargebang bisa mengolah sampah hingga 2.000 ton/hari dan sudah sesuai spesifikasi industri.

Pengolahan sampah ini dilakukan secara mekanis melalui proses pemilahan, pencacahan, dan pengeringan, menghasilkan produk RDF, yaitu hasil olahan sampah padat yang padat berupa materi mudah terbakar yang telah berukuran homogen (curah atau pelet) serta dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal yang baik dan sekaligus menjadi bukti nyata kolaborasi dan sinergi yang dapat dilakukan antara pihak swasta dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah DKI Jakarta dan berharap kerja sama ini akan membantu mengurangi jumlah sampah yang tertimbun di TPST Bantargebang.

“Semoga kerja sama antara Indocement dan Pemprov DKI Jakarta bisa menjadi contoh best practice kerja sama penangganan sampah antara pihak swasta (pabrikan semen) dan pemerintah daerah,” kata Christian.

Baca Juga: Sepanjang 2023, Indocement (INTP) Yakin Industri Semen Bisa Tumbuh hingga 4%

Asal tahu, Indocement telah melakukan investasi yang cukup signifikan di seluruh kompleks pabriknya yang berada di tiga lokasi, yaitu Citeureup dan Cirebon (Jawa Barat) serta Tarjun (Kalimantan Selatan), antara lain dengan mulai membangun jalan tembus akses langsung ke kompleks pabrik Indocement serta berbagai fasilitas pengolahan RDF seperti feeding facilities, shredder dan mixing facility dan investasi terbaru adalah hot-disc facility.

Nilai investasi Indocement yang berhubungan dengan keberlanjutan telah mencapai lebih dari Rp1 triliun dalam 5 tahun sampai 6 tahun terakhir ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×