kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Indonesia butuh 500.000 ha lahan untuk kedelai


Jumat, 27 Juli 2012 / 15:35 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas manufaktur produksi boiler PT Grand Kartech Tbk (KRAH)


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Minimnya lahan yang dapat dimanfaatkan petani kedelai menjadi masalah atas rendahnya produktivitas kedelai di dalam negeri. Pasalnya, dari luas lahan 7,2 juta hektare (ha) yang terindikasi terlantar menurut Badan Pertanahan Nasional (BPN), hanya ada 13.000 ha saja yang statusnya clear and clean.

Padahal, kata Suswono, Menteri Pertanian (Mentan), produksi kedelai dalam negeri hanya bisa didorong jika ada penambahan lahan baru. "Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain yakni harus ada tambahan lahan, yang bisa kami khususkan untuk kedelai," kata Suswono, Jumat (28/7).

Guna meningkatkan produksi kedelai lokal tersebut, setidaknya butuh tambahan lahan 500.000 ha dari luas ideal 1,5 juta ha lagi. Suswono bilang, BPN pernah bilang ada 7,2 juta ha lahan yang terindikasi terlantar dan menyediakan 2 juta ha untuk pertanian, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.

Untuk memecahkan masalah lahan itu, Suswono mengaku sudah bertemu kepala BPN. "Jadi kami harapkan ada komitmen dengan kepala BPN, satu bulan ini akan menyisir lahan yang 7,2 juta ha itu," kata Suswono. Sekadar catatan, dari total luas lahan potensial itu, hanya 13.000 ha saja yang berstatus clear and clean.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×