kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indonesia Dinilai Jadi Andalan Pasokan Pupuk Global di Tengah Gejolak Geopolitik


Minggu, 03 Mei 2026 / 11:12 WIB
Indonesia Dinilai Jadi Andalan Pasokan Pupuk Global di Tengah Gejolak Geopolitik
ILUSTRASI. Produksi Pupuk Indonesia 14,8 juta ton per tahun (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tekanan geopolitik global yang mengganggu rantai pasok berbagai komoditas, Indonesia justru muncul sebagai salah satu negara yang relatif aman dalam hal ketersediaan pupuk. Bahkan, sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan alternatif.

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menilai capaian ini tak lepas dari peran strategis PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.

"Indonesia beruntung karena kerja keras dan persiapan Pupuk Indonesia," ujar Hashim dalam Economic Briefing 2026 seperti dikutip Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, ketika banyak negara menghadapi kelangkaan pupuk, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mulai menerima permintaan dari luar negeri. Negara-negara seperti Australia dan India bahkan telah mengajukan impor dalam jumlah besar.

Baca Juga: Di Tengah Gejolak Global, Pupuk Indonesia Bidik Peluang Ekspor Urea

Australia disebut berencana mengimpor sekitar 250.000 ton urea dari Indonesia. Sementara India membutuhkan hingga 500.000 ton, disusul sejumlah negara lain yang turut mengajukan permintaan serupa. 

Kondisi ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok pupuk global, khususnya untuk komoditas urea.

Di sisi lain, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa peran Indonesia sebagai penopang pasokan pupuk kawasan tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang dinilai tepat sasaran. 

Ia menyebut pupuk sebagai komponen krusial dalam sektor pertanian yang berdampak langsung terhadap produktivitas dan ketahanan pangan.

"Pupuk adalah input kritis bagi pertanian, ketersediaan dan keterjangkauannya harus dijaga," tegas Rahmad.

Ia menjelaskan, pemerintah telah memperkuat fondasi industri pupuk melalui regulasi, salah satunya lewat Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres Nomor 113 Tahun 2025. 

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

Kebijakan ini menitikberatkan pada jaminan distribusi pupuk yang merata dan terjangkau bagi petani.

Tak hanya memastikan produksi berjalan optimal di tingkat pabrik, pemerintah juga mendorong distribusi pupuk tepat sasaran melalui prinsip “7 Tepat”, mulai dari jenis hingga waktu penyaluran. 

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan kombinasi kesiapan industri dan dukungan kebijakan, Indonesia kini tidak hanya bertahan di tengah tekanan global, tetapi juga berpeluang memperkuat perannya sebagai pemasok pupuk di pasar internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×