kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Indonesia ingin lebih kompetitif di Otomotif


Kamis, 16 Januari 2014 / 06:38 WIB
ILUSTRASI. Rukun Raharja (RAJA) Siap Memacu Kinerja di Paruh Kedua Tahun 2022


Reporter: Tendi Mahadi, Francisca Bertha Vistika | Editor: Fitri Arifenie

KARAWANG. Krisis politik di Thailand bisa membawa angin segar untuk sektor otomotif di Indonesia. MS Hidayat, Menteri Perindustrian siap memfasilitasi produsen otomotif bagi yang ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia. "Sesuai dengan keinginan kami untuk terus kompetitif dengan Thailand di kawasan ASEAN," kata MS Hidayat tanpa menyebut insentif yang ditawarkan kepada para pengusaha.


Selain memenuhi pasar lokal, produksi otomotif baik utuh maupun komponen (CBU) di dalam negeri juga untuk melayani permintaan pasar ekspor. Tahun lalu, ekspor komponen otomotif dari Indonesia mencapai 173.000 unit. "Tahun ini naik 10%-15% saya yakin bisa," ujar Budi Darmadi, DirekturJenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian (Kemperin).

Tak hanya ekspor komponen, Indonesia juga sudah bisa mengekspor mobil MPV ke beberapa negara, seperti di kawasan Amerika Latin, ASEAN, dan Timur Tengah. "Sekarang kita pun mulai masuk pasar Afrika," tambah Budi. n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×