kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.841   51,00   0,30%
  • IDX 8.142   -4,87   -0,06%
  • KOMPAS100 1.148   1,78   0,15%
  • LQ45 837   3,75   0,45%
  • ISSI 286   -1,32   -0,46%
  • IDX30 437   4,02   0,93%
  • IDXHIDIV20 526   6,47   1,24%
  • IDX80 128   0,47   0,37%
  • IDXV30 143   1,38   0,97%
  • IDXQ30 142   1,57   1,12%

Industri belum tahu soal rencana aturan harga susu


Sabtu, 11 Februari 2017 / 14:21 WIB
Industri belum tahu soal rencana aturan harga susu


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah berencana membereskan persoalan rendahnya harga susu di tingkat peternak lokal. Hal ini dilakukan agar para peternak bisa tetap mempertahankan bisnis rumah tangga yang sejak lama ditekuni.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Peternakan Kementerian Pertanian Fini Murfiani menyebut pemerintah akan mendorong skema kemitraan antara peternak sapi perah dan industri susu, yang turut diawasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga koperasi-koperasi peternak.

Adanya rencana Pemerintah untuk mengatur dan menata industri susu ternyata belum diketahui oleh para pelaku Industri. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), Yelita Basri mengatakan belum mendapatkan berita terkait rencana Pemerintah tersebut. "Maaf, sampai saat ini saya belum mendapat beritanya," katanya.

Saat ini Kementerian Pertanian (Kemtan) tengah menggodok Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur komponen harga susu, dalam rangka melindungi peternak. Komponen harga susu yang dimaksud meliputi harga pokok susu, klasifikasi mutu susu dan keamanan susu. Lalu akan ada pasal terkait kemitraan.

Yelita sendiri menjelaskan bahwa selama ini prosedur Industri susu berjalan seperti biasa. "Industri menyerap seluruh produksi susu perternak lokal," ujarnya. Ia belum bisa memberikan tanggapan terkait Peraturan yang sedang dirancang ini.

"Mungkin hal ini perlu dibahas lebih lanjut dengan stakeholder terkait dan ke depannya akan berdampak seperti apa," ungkapnya. Yelita juga mengatakan jika selama ini Industri susu menyerap susu lokal yang kriterianya sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI).

Adapun standar kriteria segar diatur dalam SNI No. 3141.1 : 2011. Dalam Peraturan tersebut diatur tentang kandungan protein susu, kadar lemak, kandungan bahan kimia, pengemasan, pelabelan, dan rekomendasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×