Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pameran furnitur berskala internasional Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 kembali digelar sebagai etalase sekaligus ajang transaksi bagi industri mebel dan kerajinan nasional.
Ajang yang berlangsung pada 5–8 Maret 2026 di ICE BSD City, Tangerang ini akan menghadirkan lebih dari 5.000 produk dari lebih 500 exhibitor dengan fokus pada penguatan desain dan nilai tambah produk untuk pasar global.
Penyelenggara IFEX, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung, menyebut pameran ini tidak lagi sekadar menjadi ruang pamer produk siap jual, tetapi menjadi ekosistem yang mempertemukan kekuatan manufaktur dengan inovasi desain.
Baca Juga: Dulux Optimistis Pasar Cat Dekoratif Tumbuh hingga 7% Tahun 2026
Menurutnya, arah industri furnitur Indonesia kini bergerak ke produk bernilai tambah tinggi, di mana desain menjadi pembeda utama di tengah persaingan global.
“IFEX dirancang bukan hanya sebagai tempat etalase, tetapi wadah integrasi antara manufaktur dan inovasi desain. Pelaku usaha bisa bertemu pembeli global sekaligus memahami tren pasar dan standar kualitas internasional,” ujar Daswar dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Tema desain yang diusung tahun ini menitikberatkan pada pendekatan Beyond Comfort Visual, yakni furnitur tidak hanya diposisikan sebagai elemen estetika, tetapi juga instrumen ekonomi yang meningkatkan daya saing ekspor.
Pendekatan tersebut mencerminkan pergeseran strategi industri dari sekadar produksi massal menuju diferensiasi berbasis kreativitas.
Komitmen penguatan desain terlihat dari berbagai program yang dihadirkan, seperti Design Award Professional dan Youth Design Award yang menyasar inovasi lintas generasi.
Baca Juga: IPhone Lipat Segera Rilis, Intip Bocoran Desain dan Waktu Peluncurannya
IFEX 2026 juga menggandeng sejumlah asosiasi dan institusi, antara lain Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), MadeCon inisiasi Kementerian Perindustrian, serta Good Design Indonesia yang didukung Kementerian Perdagangan.
Lebih dari 30 desainer turut ambil bagian dalam designer showcase.
Selain itu, rangkaian Design Talks dan seminar industri akan membahas dinamika pasar furnitur global, inovasi material, hingga strategi membaca perubahan permintaan konsumen internasional.
Dari sisi transaksi, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan nilai transaksi langsung (on the spot) IFEX 2026 mencapai US$ 320 juta. Namun, Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menilai angka tersebut biasanya hanya sebagian dari potensi riil pameran.
Ia menjelaskan, banyak transaksi yang tidak langsung terjadi di lokasi pameran karena produk masih membutuhkan penyesuaian desain atau pengembangan lanjutan.
Baca Juga: Mengintip Spesifikasi dan Desain Maung MV3 Garuda Limousine Milik Prabowo Subianto
Dalam rentang empat bulan pascapameran, nilai transaksi berpotensi meningkat hingga menembus US$ 1 miliar seiring finalisasi pesanan dari buyer internasional.
“Sering kali produk dilihat di pameran, tapi order baru terjadi satu sampai tiga bulan kemudian setelah penyesuaian. Dalam empat bulan biasanya akumulasi transaksi bisa jauh lebih besar dibanding angka on the spot,” ujarnya.
HIMKI menilai IFEX tetap menjadi jendela utama industri furnitur Indonesia menuju pasar ekspor. Peningkatan kualitas produk, penguatan desain, serta konsistensi terhadap standar internasional dinilai menjadi faktor penting agar Indonesia mampu bertahan dalam rantai pasok global di tengah tekanan tarif dan persaingan produsen negara lain.
Dengan dukungan asosiasi, desainer, serta pemerintah, IFEX 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga mesin penggerak pertumbuhan industri furnitur nasional berbasis desain dan ekspor.
Selanjutnya: Indonesia Siap Mundur Dari Board of Peace Jika Tak Ada Perdamaian di Gaza
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 4 Februari 2026, Peluang Banyak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












