Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri panel kayu nasional menghadapi berbagai tantangan sepanjang tahun ini. Selain permintaan ekspor yang melemah, pelaku industri juga dibebani kenaikan biaya produksi akibat konflik geopolitik dan semakin ketatnya persaingan global.
Corporate Secretary PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) Evan Kristian mengatakan, kinerja perusahaan pada semester I-2026 mengalami perlambatan seiring turunnya permintaan dari kawasan Timur Tengah. Penurunan permintaan tersebut dipicu oleh konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut Evan, memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz turut mengganggu kelancaran distribusi perdagangan internasional. Kondisi ini berdampak pada proses pengiriman produk medium density fibreboard (MDF) milik perseroan.
“Kondisi tersebut juga mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia yang berdampak langsung terhadap kenaikan harga bahan baku perekat, tarif sewa kapal, serta harga batu bara yang pada akhirnya meningkatkan harga pokok penjualan Perseroan,” ujar Evan kepada KONTAN, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: IFII Prediksi Industri MDF Masih Lesu hingga Pengujung 2026, Ini Sebabnya
Ia menjelaskan, lonjakan biaya produksi yang terjadi di tengah pelemahan permintaan telah menekan kinerja keuangan perusahaan. Akibatnya, laba bersih IFII pada semester I-2026 tercatat menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya menghadapi tekanan dari faktor geopolitik, industri panel kayu juga dibayangi tantangan struktural berupa keterbatasan pasokan kayu log sebagai bahan baku utama.
“Industri panel kayu global maupun nasional saat ini menghadapi tantangan besar dari krisis pasokan kayu log, fluktuasi permintaan pasar ekspor yang sangat dipengaruhi kondisi perekonomian global dan geopolitik dunia, serta meningkatnya ekspansi lini produksi produsen MDF di kawasan Asia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Evan mengungkapkan bahwa bertambahnya kapasitas produksi MDF di sejumlah negara Asia membuat persaingan di industri semakin ketat. Situasi ini mendorong produsen untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga daya saing produk di pasar global.
Di tengah tantangan tersebut, IFII menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja bisnis. Langkah yang ditempuh meliputi perluasan pasar ekspor, optimalisasi penggunaan bahan baku, hingga penyesuaian harga jual guna mempertahankan margin usaha.
“Kami terus mengambil langkah antisipasi terhadap kondisi perekonomian global agar penjualan dan laba bersih Perseroan tetap dapat tumbuh secara positif,” pungkas Evan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
