kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Industri surimi terancam, Kadin minta solusi


Senin, 11 Desember 2017 / 15:32 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelarangan penggunaan cantrang yang akan diberlakukan penuh pada tahun 2018 dinilai akan menyulitkan bahan baku bagi industri surimi.

"Pemerintah harus memberikan solusi terkait pemenuhan bahan baku industri surimi," ujar Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang kelautan dan perikanan, Yugi Prayanto kepada KONTAN, Senin (11/12).

Yugi bilang industri surimi sangat dipengaruhi oleh bahan baku. Pelarangan cantrang membuat bahan baku bagi industri surimi kekurangan bahan baku.

Sebelumnya Yugi bilang pemerintah memberikan solusi impor bahan baku bagi industri surimi. Namun, harga bahan baku yang diimpor lebih mahal dibandingkan bahan baku yang dihasilkan nelayan lokal.

Kurangnya bahan baku dikatakan Yugi terlihat dari pengurangan produksi. "Industri surimi mulai mengurangi produksi," terang Yugi.

Yugi juga bilang pemerintah telah menilai industri surimi mengalami masa surut. Hal itu membuat pemerintah berfokus pada industri ikan besar. Padahal menurut Yugi, potensi produk surimi Indonesia masih berpeluang masuk ke pasar ekspor.

Asal tahu saja produk surimi digunakan untuk berbagai makanan olahan. Surimi asal Indonesia telah dijual hingga Amerika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×