kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.026,34   9,98   0.98%
  • EMAS975.000 -0,51%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Ingin relokasi pabrik ke Indonesia, Honda gelontorkan Rp 5,2 triliun


Jumat, 12 Maret 2021 / 08:14 WIB
Ingin relokasi pabrik ke Indonesia, Honda gelontorkan Rp 5,2 triliun
ILUSTRASI. Menperin Agus Gumiwang K menyebutkan, Honda Motor Company Ltd akan melakukan penambahan investasi di Indonesia sebesar Rp 5,2 triliun.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membawa kabar baik usai melakukan kunjunga kerja di Jepang, Kamis (11/3/2021). 

Honda Motor Company Ltd akan melakukan penambahan investasi di Indonesia sebesar Rp 5,2 triliun untuk mengembangkan potensi pasar, produk baru, termasuk relokasi pabrik dari India hingga 2024. 

Sehingga, perseroan bisa melakukan ekspansi kegiatan produksi mobil dan komponen di dalam negeri, serta memperkuat produk baru untuk diekspor ke negara-negara potensial baru. Demikian yang diungkapkan oleh .

"Pertemuan kedua (prinsipal otomotif di Jepang) ialah Honda. Mereka berikan komitmen bahwa akan menambah investasi sampai tahun 2024 sekitar Rp 5,2 triliun, termasuk dalam pengembangan model baru di Indonesia," ucap Agus. 

Baca Juga: Menperin merayu Mazda untuk tanam investasi di Indonesia

"Honda memiliki komitmen untuk ekspansi kegiatan produksi di Indonesia. Bahkan juga sampai hari ini sudah melakukan ekspor yang sangat besar dalam hal autoparts," ucap Menperin, melanjutkan. 

Diketahui, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Honda Indonesia rata-rata melakukan kegiatan pengkapalan komponen otomotif diproduksi di dalam negeri sebanyak 3-7 juta pis per tahun.

Komponen tersebut dikirimkan ke Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, Pakistan, Arab Saudi, serta 9 negara tujuan ekspor lainnya. Hanya saja untuk ekspor mobil secara utuh atau completely built-up (CBU) baru ke dua negara, yakni Vietnam dan Filipina. 

Baca Juga: Memperin Agus: Permintaan mobil (purchase order) naik 50% sejak relaksasi PPnBM

"Melalui komitmen itu pula, Honda berencana untuk memperkuat model baru mulai 2022 agar memperluas jangkauan pasar ekspor ke 31 negara yang terdiri dari Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Asia, sampai Afrika," ucap Agus.

Relokasi Pabrik India ke Indonesia 

Tidak hanya itu, Agus juga mengatakan bahwa Honda dalam beberapa tahun ke depan akan memindahkan fasilitas pabrik yang ada di India ke Indonesia.

Namun, ia belum mengatakan secara pasti tujuan dan rencana jangka panjang dari keputusan prinsipal tersebut. 

"Ada (rencana relokasi pabrik), nanti fasilitas produksi di India akan dipindahkan ke Indonesia. Honda juga berkomitmen untuk membangun model baru berbasis elektrik," ucapnya.

Untuk diketahui, Agus bersama beberapa deligasi Indonesia tengah melakukan kunjungan kerja di Jepang untuk memenuhi undangan dari beberapa pelaku usaha raksasa dalam rangka memperkuat hubungan bilateral. 

Baca Juga: Relaksasi PPnBM, Kemenperin berharap industri optimalkan daya beli masyarakat

Kunjungan Menperin kali ini merupakan kunjungan kerja Menteri pertama di dunia yang diterima secara resmi oleh pemerintah Jepang semenjak negara Sakura tersebut menetapkan status State of Emergency. 

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan partner bilateral yang sangat penting bagi Jepang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Honda Gelontorkan Rp 5,2 Triliun, Mau Relokasi Pabrik ke Indonesia"
Penulis : Ruly Kurniawan
Editor : Agung Kurniawan

 

Selanjutnya: Menperin: Mitsubishi berkomitmen menambah investasi Rp 11,2 triliun pada akhir 2025

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×