kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.622   69,00   0,39%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ingin relokasi pabrik ke Indonesia, Honda gelontorkan Rp 5,2 triliun


Jumat, 12 Maret 2021 / 08:14 WIB
ILUSTRASI. Menperin Agus Gumiwang K menyebutkan, Honda Motor Company Ltd akan melakukan penambahan investasi di Indonesia sebesar Rp 5,2 triliun.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tidak hanya itu, Agus juga mengatakan bahwa Honda dalam beberapa tahun ke depan akan memindahkan fasilitas pabrik yang ada di India ke Indonesia.

Namun, ia belum mengatakan secara pasti tujuan dan rencana jangka panjang dari keputusan prinsipal tersebut. 

"Ada (rencana relokasi pabrik), nanti fasilitas produksi di India akan dipindahkan ke Indonesia. Honda juga berkomitmen untuk membangun model baru berbasis elektrik," ucapnya.

Untuk diketahui, Agus bersama beberapa deligasi Indonesia tengah melakukan kunjungan kerja di Jepang untuk memenuhi undangan dari beberapa pelaku usaha raksasa dalam rangka memperkuat hubungan bilateral. 

Baca Juga: Relaksasi PPnBM, Kemenperin berharap industri optimalkan daya beli masyarakat

Kunjungan Menperin kali ini merupakan kunjungan kerja Menteri pertama di dunia yang diterima secara resmi oleh pemerintah Jepang semenjak negara Sakura tersebut menetapkan status State of Emergency. 

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan partner bilateral yang sangat penting bagi Jepang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Honda Gelontorkan Rp 5,2 Triliun, Mau Relokasi Pabrik ke Indonesia"
Penulis : Ruly Kurniawan
Editor : Agung Kurniawan

Selanjutnya: Menperin: Mitsubishi berkomitmen menambah investasi Rp 11,2 triliun pada akhir 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×