kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ini fokus pembenahan jajaran direksi Garuda Indonesia (GIAA) yang baru


Jumat, 24 Januari 2020 / 10:51 WIB
ILUSTRASI. Mahalnya harga tiket pesawat terbang memukul kinerja maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/foc.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

Perlu diketahui bahwa jumlah penumpang pesawat Garuda Group anjlok sebesar 2,1 juta penumpang secara year-on-year (yoy) sepanjang kuartal III tahun 2019.

Jumlah penumpang pada kuartal III 2019 tercatat hanya sekitar 8,2 juta, turun dari periode yang sama tahun lalu yaitu 10,3 juta penumpang alias turun 20,6%.

Baca Juga: Kerjasama terhenti, Merpati Airlines tunggu kelanjutan dari direksi baru Garuda

Penurunan ini terjadi hampir di semua sektor penerbangan Garuda. Pertama, penumpang pesawat Garuda Indonesia rute domestik, turun 1 juta penumpang, dari 5 juta pada kuartal III 2018 menjadi 4 juta pada kuartal III 2019.

Sedangkan Untuk Garuda Indonesia rute internasional, jumlah penumpang turun 100 ribu orang dari 1,1 juta menjadi 1 juta penumpang. Adapun jumlah penumpang anak usaha Garuda yakni Citilink turun dari 4,2 juta menjadi 3,1 juta penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×