kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini kata Grab Indonesia soal investasi di bisnis daur ulang ponsel


Selasa, 28 Januari 2020 / 23:12 WIB
Ini kata Grab Indonesia soal investasi di bisnis daur ulang ponsel
ILUSTRASI. Logo Grab di Stasiun Manggarai Jakarta. REUTERS/Agoes Rudianto

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengenai pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang menyebutkan bahwa Grab telah menyampaikan minatnya untuk investasi remanufacture mobile phone atau daur ulang ponsel usang, Saat di konfirmasi Grab menyebut masih dalam tahap diskusi.

Deputy Head of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy mengatakan, Grab sepakat dengan pernyataan Menko Airlangga dan Grab tengah berdiskusi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian Indonesia mengenai hal ini. 

Baca Juga: Grab luncurkan mobil listrik, penasaran dengan tarifnya?

"Kami masih dalam tahap diskusi mengenai Investasi bisnis daur ulang ponsel usang," katanya saat di konfirmasi kontan.co.id pada Selasa (28/1).

Sebelumnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa Grab telah menyampaikan minatnya untuk investasi remanufacture mobile phone atau daur ulang ponsel usang.

Hal ini merupakan hasil pertemuan Menperin Agus dengan pihak Grab pada rangkaian agenda menghadiri World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss.

“Saya juga sudah berbicara dengan pihak Grab. Mereka ada niat melakukan investasi remanufacturing dari mobile phone yang sudah relatif tua atau sudah rusak, yang nantinya menjadi mobile phone baru,” katanya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Grab luncurkan GrabCar elektrik pertama di Indonesia

Menperin berharap, investasi Grab dapat mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia dalam kesiapan memasuki perkembangan industri 4.0. Sebab, di era tersebut, salah satunya yang dibutuhkan adalah penggunaan teknologi komunikasi digital seperti ponsel.

“Industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika,” paparnya.




TERBARU

Close [X]
×