kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini strategi Garuda Indonesia (GIAA) hadapi dampak virus corona


Rabu, 22 April 2020 / 16:15 WIB
Ini strategi Garuda Indonesia (GIAA) hadapi dampak virus corona
ILUSTRASI. Maskapai Garuda Indonesia


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

Selain itu, GIAA juga akan menegosiasikan kewajiban yang akan jatuh tempo dengan pihak ketiga. Perusahaan pekat merah ini juga akan melakukan program efisiensi biaya kurang lebih 15%-20% dari total biaya operasional dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan penerbangan dan pegawai serta layanan.

GIAA juga mengajukan permohonan dukungan kepada pemerintah selaku pemegang saham perusahaan untuk turut membantu di saat-saat sulit sepeti ini.

Baca Juga: Ini rincian gaji karyawan Garuda Indonesia (GIAA) setelah pemotongan 50%

Adapun dari sisi aspek operasional, manajemen GIAA menegaskan pendapatan penumpang berkontribusi lebih dari 80% dari total pendapatan Garuda. "Dengan adanya penurunan traffic, maka dibutuhkan strategi untuk menurunkan biaya variabel penerbangan yang kami lakukan," tulis manajemen GIAA.

Untuk strategi operasional yakni, pertama mengoptimalkan frekuensi dan kapasitas penerbangan baik penerbangan domestik maupun internasional. Kedua, mengoptimalkan layanan kargo dan aktif mendukung upaya-upaya pemerintah khususnya yang terkait dengan penanganan Covid-19 melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan, APD, obat-obatan, alat kesehatan,

Ketiga, GIAA akan menutup rute-rute yang tidak menghasilkan profit.

Keempat, mengoptimalkan layanan charter pesawat untuk evakuasi WNI yang berada di luar negeri serta membantu proses pemulangan WNA untuk kembali ke negara masing-masing dan layanan charter untuk pengangkutan kargo.

Kelima, menunda kedatangan 4 pesawat Airbus A 330 - 900 di tahun 2020. Terakhir, mengembangkan internasional hub (Amsterdam dan Jepang) agar layanan Garuda Indonesia menjangkau seluruh dunia dengan mengoptimalkan layanan interline.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×