kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Ini Strategi Pemerintah Genjot Lifting Minyak


Rabu, 25 Juni 2025 / 04:20 WIB
Ini Strategi Pemerintah Genjot Lifting Minyak
ILUSTRASI. Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Rusia dalam pengembangan sektor migas, khususnya melalui pemanfaatan teknologi pengeboran terbaru?


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang kerja sama dengan Rusia dalam pengembangan sektor minyak dan gas (migas), khususnya melalui pemanfaatan teknologi pengeboran terbaru.

Dalam hal ini, Rusia menawarkan teknologi pengeboran horizontal yang dinilai dapat mengoptimalkan produksi dari sumur-sumur migas yang selama ini idle.

Bahlil menyampaikan, delegasi pengusaha asal Rusia dijadwalkan akan datang ke Indonesia pada Jumat pekan ini untuk memulai pembahasan kerja sama.

“Kita akan mulai masuk pembahasan pada wilayah mana yang mereka mau. Apakah mau ambil yang baru atau mereka mau kerja sama-sama Pertamina atau mengelola yang sumur Idle Well,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (24/6).

Menurut Bahlil, teknologi pengeboran horizontal yang ditawarkan Rusia memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Baca Juga: Berkunjung ke Lapangan Gas Arar Papua, Bahlil Minta Optimalisasi Lifting Migas

Ia mencontohkan penerapan teknologi serupa di Amerika Serikat yang mampu mendongkrak produksi dari 3 juta barel menjadi lebih dari 10 juta barel per hari.

“Mereka mempunyai teknologi yang tadinya kita pengeborannya itu vertikal. Mereka mempunyai pengeboran untuk horizontal. Dan itu kan salah satu strategi yang dipakai di Amerika. Dari 3 juta bareng menjadi 10 juta lebih. Teknologi-teknologi seperti itu," ungkap Bahlil.

Saat ini, Pertamina disebut telah melakukan uji coba teknologi tersebut pada tiga sumur migas. Hasil awalnya menunjukkan potensi yang menjanjikan.

Bahlil mengatakan data teknis akan dipertukarkan dalam pertemuan lanjutan untuk menentukan lokasi-lokasi kerja sama yang prospektif.

Sebelumnya, Rusia juga diketahui memiliki kepemilikan saham di Blok Tuna melalui kerja sama dengan Premier Oil, perusahaan asal Inggris. Namun, belum dipastikan apakah kerja sama yang akan dibahas mencakup wilayah tersebut atau fokus pada wilayah baru.

“Nah besok kita tukar data. Lokasinya di mana nanti pada saat pembahasan tenis,” tutup Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×