kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Lantik 3 Pejabat Baru SKK Migas, Bahlil Targetkan Lifting Minyak Hingga 900 Ribu BOPD


Rabu, 26 Februari 2025 / 20:28 WIB
Lantik 3 Pejabat Baru SKK Migas, Bahlil Targetkan Lifting Minyak Hingga 900 Ribu BOPD
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi melantik 3 deputi baru Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Jakarta, Rabu (26/2).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi melantik 3 deputi baru Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Jakarta, Rabu (26/2).

Dalam sambutannya Bahlil menekankan pentingnya peningkatan produksi lifting minyak bumi serta meminta evaluasi terhadap perusahaan yang telah mendapatkan konsesi, namun belum melaksanakan operasi produksi.

"Pelantikan ini tidak hanya bertujuan untuk menyegarkan organisasi, tetapi juga memperkuat konsolidasi di SKK Migas guna mempercepat pencapaian target ketahanan energi nasional. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam Asta Cita," ujar Bahlil.

Dia juga secara khusus meminta Deputi Produksi yang baru dilantik untuk aktif mendorong peningkatan produksi migas nasional. Ia menegaskan bahwa penyederhanaan perizinan dan optimalisasi teknologi harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: SKK Migas Gandeng BSI jadi Pengelola Dana ASR

"Pak Prof adalah ahli di bidang ini, jadi saya mohon benar-benar bekerja sama dengan Kepala SKK Migas. Kita sudah sepakati penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) maupun teknologi lainnya, maka segera tindak lanjuti dan eksekusi sesuai roadmap yang telah disusun," tegasnya.

Bahlil juga meminta pihak SKK Migas dapat mencapai target lifting minyak nasional pada tahun 2025 minimal 630.000 barrel oil per day (BOPD) dan naik menjadi di atas 800.000 BOPD di tahun 2028. Hal ini sesuai target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

"Target Bapak Presiden Prabowo pada 2028-2029, kita itu sudah punya lifting 800 - 900 ribu BOPD. Kalau memang itu bisa satu juta BOPD, jauh lebih baik. Dengan berbagai macam intervensi teknologi. Karena itu, saya meminta agar apa yang sudah dibuat dalam roadmap itu dieksekusi," tegasnya.

Selain itu, Bahlil juga menyoroti perusahaan-perusahaan yang telah memperoleh konsesi dan melakukan eksplorasi tetapi belum memulai produksi. Ia meminta agar perusahaan-perusahaan tersebut segera dievaluasi.

Baca Juga: SKK Migas Minta Inpex Teken HoA Jual Beli Gas dengan Pupuk Indonesia, PGN, dan PLN

"Jangan ragu untuk menindak perusahaan yang telah diberikan konsesi, sudah menyelesaikan eksplorasi, tetapi belum melakukan produksi. Jika konsesi terus ditahan tanpa ada langkah produksi, kapan kita bisa meningkatkan lifting minyak? Jangan segan, jangan ragu. Semua harus berjalan sesuai aturan, Undang-Undang, dan arahan Presiden," pungkasnya.

Dalam pelantikan ini, Menteri ESDM melantik tiga deputi baru di lingkungan SKK Migas, yaitu:

1. Rikky Rahmat Firdaus sebagai Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja,

2. Taufan Marhaendrajana sebagai Deputi Eksploitasi, dan

3. Eka Bhayu Setta sebagai Deputi Dukungan Bisnis.

Baca Juga: Kepala SKK Migas Ungkap Skema Blending dalam BBM Diperbolehkan

Selanjutnya: Pekerjaan Rumah Memperkuat Strategi Pengelolaan Risiko Iklim di Perbankan

Menarik Dibaca: Bali Soap Luncurkan Produk Body Butter dan Hand Cream Terbaru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×