kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Insentif EV Mundur, Industri Otomotif Khawatir Konsumen Tunda Pembelian


Kamis, 28 Mei 2026 / 18:53 WIB
Insentif EV Mundur, Industri Otomotif Khawatir Konsumen Tunda Pembelian
ILUSTRASI. Pelaku industri cemas penjualan EV melambat karena insentif ditunda. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penundaan peluncuran insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hingga Juli 2026 mulai memicu kekhawatiran pelaku industri otomotif. Kebijakan yang semula dijadwalkan meluncur pada Juni 2026 itu dinilai berpotensi menahan keputusan pembelian masyarakat dan memperlambat penjualan kendaraan listrik di dalam negeri.

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan, calon konsumen cenderung menunda pembelian kendaraan sambil menunggu kepastian insentif dari pemerintah.

“Kita masih harus menunggu, dengan demikian calon pembeli kan juga menunggu? Kalau masih menunggu berarti belum jadi membeli kan?” ujar Jongkie kepada Kontan, Kamis (28/5/2026).

Menurut Jongkie, ketidakpastian mengenai waktu implementasi insentif dapat membuat pasar otomotif, khususnya segmen kendaraan listrik, bergerak lebih lambat pada semester II-2026. Konsumen dinilai memilih menahan pembelian sambil menunggu harga kendaraan menjadi lebih kompetitif setelah adanya subsidi.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi. Menurut dia, penundaan insentif dapat berdampak langsung terhadap penjualan kendaraan listrik, khususnya motor listrik.

Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Ditunda, Aismoli Khawatir Penjualan Melambat

“Begitu diumumkan ya masyarakat kan juga nunggu bantuan. Nah kalau kelamaan itu yang dampaknya kerugian oleh para industri karena penjualannya kan pasti terdampak ya kalau masyarakat nunggu subsidi,” kata Budi kepada Kontan, Kamis (28/5/2026).

Budi menilai, konsumen saat ini memilih menunda pembelian sambil menunggu kebijakan resmi pemerintah terkait subsidi kendaraan listrik. Kondisi tersebut berpotensi menekan penjualan industri motor listrik dalam jangka pendek.

Meski demikian, Aismoli mengaku memahami apabila pemerintah masih memiliki prioritas lain dalam penyusunan kebijakan fiskal. Asosiasi berharap kebijakan yang sebelumnya telah disampaikan pemerintah dapat segera direalisasikan guna menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik nasional.

Budi mengatakan, asosiasi juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian terkait skema bantuan kendaraan listrik.

“Secara materi teknis kita sudah memberikan masukan dan sudah diskusi cukup lengkap dengan Kementerian Industri. Jadi artinya tinggal kebijakan on-nya saja kapan mau dilaksanakan,” ujarnya.

Menurut informasi terakhir yang diterima Aismoli, pemerintah masih mempertahankan rencana insentif sebesar Rp 5 juta per unit motor listrik dengan target sekitar 100.000 unit kendaraan pada 2026.

Baca Juga: Jaringan Transmisi Sumatra Jadi Sorotan Pasca Blackout, Begini Jawaban dari PLN

“Ya kalau yang kita tahu bahwa insentifnya itu akan diberikan sekitar Rp 5 juta untuk setiap kendaraan,” imbuh Budi.

Di sisi lain, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) tetap optimistis terhadap prospek pasar kendaraan listrik di Indonesia meski pengumuman insentif mundur satu bulan.

Head of PR PT Hyundai Motors Indonesia Rouli Sijabat mengatakan, Hyundai memahami pemerintah membutuhkan waktu tambahan untuk mematangkan skema insentif agar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Hyundai memahami bahwa pemerintah tentunya memerlukan waktu yang cukup untuk memastikan skema insentif yang tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Rouli kepada Kontan, Kamis (28/5/2026).

Hyundai juga menyatakan tetap mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan.

“Kami tetap optimistis dan mendukung penuh setiap langkah yang diambil pemerintah dalam mendorong percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih sustainable,” katanya.

Rouli menilai minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup tinggi sehingga potensi perlambatan pasar dinilai masih dapat dijaga.

“Mengenai kekhawatiran terkait potensi perlambatan pasar EV, kami percaya bahwa minat dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik tetap tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Hyundai akan terus menghadirkan produk kendaraan listrik dan menjaga momentum pertumbuhan pasar sambil menunggu kepastian kebijakan insentif dari pemerintah.

Baca Juga: Program B50 Disebut Bisa Hemat Devisa Indonesia hingga Rp 154 Triliun

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk terbaik serta menjaga momentum positif pasar EV, sembari menantikan kepastian kebijakan insentif yang akan semakin memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peluncuran insentif EV ditunda selama satu bulan karena pemerintah masih menghitung skema dan dampak fiskal dari kebijakan tersebut.

“Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi. Ada perhitungan yang masih dihitung,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (28/5).

Pemerintah sebelumnya menargetkan implementasi insentif kendaraan listrik mulai berjalan pada Juni 2026 sebagai bagian dari strategi mendorong konsumsi domestik dan menopang pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026.

Dalam rancangan awal kebijakan, pemerintah berencana memberikan subsidi untuk 100.000 unit mobil listrik. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif sebesar Rp 5 juta per unit untuk 100.000 unit motor listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×