kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.876   30,00   0,18%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Integra (WOOD) Targetkan Laba Bersih Naik Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Pendapatan


Senin, 12 Januari 2026 / 08:39 WIB
Integra (WOOD) Targetkan Laba Bersih Naik Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Pendapatan
ILUSTRASI. Integra Indocabinet (WOOD) siapkan setrategi agar laba bersih melonjak lebih tinggi dibandingkan pendapatan pada tahun 2026


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) ingin mendongkrak laba bersih dengan level pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Strategi WOOD untuk mencapai target tersebut adalah mengoptimalkan peluang di pasar Amerika Serikat (AS) sembari melanjutkan strategi diversifikasi pasar ekspor.

Investor Relations Integra Indocabinet, Ravenal Arvense belum membuka secara rinci target pendapatan dan laba bersih WOOD untuk tahun ini. Ravenal hanya memberikan gambaran, WOOD ingin mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan mempertimbangkan perkembangan industri dan kondisi pasar saat ini.

Faktor pendorong utamanya adalah perbaikan  bertahap pada pasar perumahan AS yang didukung penurunan suku bunga, serta kontribusi yang meningkat dari inisiatif diversifikasi produk dan pasar WOOD. Secara bersamaan, WOOD juga akan memacu peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan margin.

"Secara keseluruhan, Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan margin, sehingga pertumbuhan laba bersih diharapkan melampaui pertumbuhan penjualan," ungkap Ravenal kepada Kontan.co.id, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Target Industri Keramik Tahun 2026: Utilisasi 80%, Volume Produksi 537 Juta M²

Ravenal membeberkan bahwa pasar ekspor tetap menjadi kontributor utama pendapatan WOOD, dengan komposisi yang relatif konsisten, yakni lebih dari 90%. Pasar AS masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 80%.

"Pasar AS adalah pasar terbesar di dunia untuk furniture & building components berbasis kayu, bahkan lebih besar dibandingkan gabungan empat negara terbesar lainnya," terang Ravenal.

Ekspor produk manufaktur building component menjadi penopang utama bisnis WOOD. Hingga kuartal III-2025, ekspor building component WOOD tercatat senilai Rp 1,76 triliun. Jumlah itu setara dengan 81,86% dari total penjualan WOOD pada periode tersebut, yakni Rp 2,15 triliun.

Secara nilai, ekspor building component WOOD meningkat 18,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ravenal optimistis prospek bisnis WOOD tahun 2026 akan positif, terutama didorong oleh permintaan building components dari pasar perumahan AS yang mulai membaik.

Perbaikan permintaan di Negeri Paman Sam terjadi seiring penurunan suku bunga The Fed serta meningkatnya aktivitas konstruksi dan renovasi. Apalagi, produk building components Indonesia masih dikecualikan dari tarif AS berdasarkan Annex II.

Kondisi ini membuka ruang bagi WOOD untuk menangkap peluang dari pertumbuhan permintaan serta pergeseran pangsa pasar building components di AS. Ravenal mengamini dinamika pasar global dan kebijakan perdagangan AS di bawah pemerintahan Donald Trump memang mendorong volatilitas dan penyesuaian rantai pasok global. 

 

Tetapi, kondisi ini juga membuka peluang. Ravenal menyoroti Brasil sebagai eksportir building components terbesar ke AS saat ini dikenakan tarif impor hingga 50%. "Sementara produk building components Indonesia masih dikecualikan dari tarif AS," kata Ravenal.

Hanya saja, WOOD tetap memasang sikap waspada. Ravenal menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara optimalisasi pasar AS dan percepatan inisiatif diversifikasi guna memperkuat ketahanan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Dus, pada tahun ini WOOD akan melanjutkan strategi diversifikasi.

Ekspansi ekspor WOOD lanjut menyasar pasar Eropa dan Timur Tengah, yang didukung oleh produk baru seperti flooring dan outdoor furniture. "WOOD terus memperkuat inisiatif diversifikasi yang telah dimulai sejak tahun lalu, yang diharapkan memberikan kontribusi lebih besar pada 2026 dan memperluas sumber pertumbuhan Perseroan," terang Ravenal.

Tak hanya fokus di pasar ekspor, WOOD juga mengupayakan pengembangan di pasar domestik. Berbagai strategi tersebut akan didukung oleh rencana dan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang selektif dan terukur.

Namun, Ravenal belum membeberkan besaran capex yang bakal dikucurkan WOOD pada tahun ini. Dia hanya mengungkapkan bahwa capex WOOD tahun 2026 akan fokus pada peningkatan efisiensi dan produktivitas pabrik, pengembangan produk, serta mendukung inisiatif diversifikasi yang telah berjalan.

Selanjutnya: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang

Menarik Dibaca: 6 Drakor Ini Bongkar Kisah Nyata Hidup Kaum Difabel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×