Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga memperkuat keandalan distribusi energi nasional melalui digitalisasi sistem pemantauan armada kapal berbasis teknologi Smartship.
Hingga saat ini, sebanyak 70 kapal telah terintegrasi dalam sistem tersebut sehingga memungkinkan pemantauan operasional secara real time dari pusat monitoring di darat.
Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto mengungkapkan, digitalisasi monitoring armada menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi ke berbagai wilayah.
“Pemanfaatan sistem monitoring terintegrasi memungkinkan kami memantau pergerakan kapal, kondisi operasional, hingga faktor eksternal seperti cuaca secara real-time. Hal ini membantu memastikan armada dapat beroperasi lebih efisien sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi nasional,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: USTDA Danai Proyek Percontohan Teknologi Pengolahan Mineral Kritis AS di Indonesia
Smartship merupakan teknologi sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang dipasang pada kapal untuk mengirimkan data operasional secara berkelanjutan ke pusat monitoring.
Melalui sistem ini, perusahaan dapat memantau berbagai parameter seperti posisi kapal, rute pelayaran, kondisi cuaca, serta indikator operasional seperti slow speed yang memengaruhi efisiensi pelayaran.
Dari total kapal yang telah terintegrasi, sebanyak 22 kapal telah dilengkapi teknologi monitoring yang lebih canggih sehingga mampu memantau data operasional secara lebih komprehensif, mulai dari navigasi, performa mesin, hingga aktivitas kargo dan bunker. Ke depan, jumlah kapal yang dilengkapi teknologi tersebut akan terus ditambah.
Selain meningkatkan visibilitas operasional, data dari sistem monitoring juga dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan preventive maintenance. Dengan pendekatan ini, potensi gangguan operasional dapat diidentifikasi dan diantisipasi lebih dini.
Di sisi lain, kapal-kapal tersebut juga memanfaatkan platform ShipManager dari DNV untuk mendukung pengelolaan operasional melalui modul Technical atau Planned Maintenance System, HSSE, Procurement, serta Crewing.
Baca Juga: Perhapi, IAGI dan Perminas Sepakati Kerjasama Garap Data Logam Tanah Jarang Indonesia
Integrasi sensor kapal, konektivitas, dan pengolahan data berbasis cloud memungkinkan aktivitas operasional armada dipantau secara menyeluruh melalui dashboard di darat.
Dalam mendukung kelancaran distribusi energi nasional, armada tersebut juga menjadi bagian dari 345 kapal yang disiagakan dalam operasional Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tetap berjalan aman, andal, dan tepat waktu di berbagai wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













