kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Investasi asing di hortikultura perlu digenjot


Minggu, 11 November 2012 / 22:01 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat iklan dompet digital (Ovo, Go Pay, LinkAja) di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung upaya pemerintah menekan nilai impor produk hortikultura. Caranya, dengan memperbaiki iklim investasi, khususnya di sektor hortikultura demi menggenjot produksi hortikultura dalam negeri.

Ketua Komite Tetap Pengembangan Pasar Pertanian Kadin Indonesia, Karen Tambayong, mengatakan, pemerintah harus memajukan sektor
hortikultura sampai skala industri. Dia menyarankan pemerintah tak membatasi investasi asing di sektor hortikultura. Maklum, kalau mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 tahun 2010 tentang Hortikultura, investasi asing di sektor hortikultura dibatasi maksimal 30%.

Karen merujuk Vietnam dan Thailand. Pertumbuhan sektor hortikultura di kedua negara ini cukup tinggi karena ditopang investasi asing. Seperti diketahui, pemerintah berniat menurunkan impor produk hortikultura lantaran produk lokal kalah bersaing. Di tahun ini, pemerintah ingin impor hortikultura hanya 30% dari permintaan dari sebelumnya yang sebesar 50%-70%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×