kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.887   5,00   0,03%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Harga kakao akan terus naik dalam dua bulan ke depan


Kamis, 16 September 2010 / 21:52 WIB


Reporter: Femi Adi Soempeno,

CHICAGO. Harga kakao naik di bursa komoditi New York, dan kini tengah berancang-ancang untuk mencatatkan peningkatan harga yang lebih tinggi lagi dalam dua bulan ke depan. Pasalnya, curah hujan diprediksi akan menggerojok dan merusak panenan di Pantai Gading, negara penghasil kakao terbesar di dunia.

Menurut National Meteorological Service, lahan pengembang kakao terbesar di Pantai Gading, yaitu kawasan di wilayah Daloa, mendapatkan curah hujan setebal 3,4 inchi selama 1-10 September 2010; naik dari 32 millimeter pada periode yang sama tahun lalu.

"Kadang-kadang, curah hujan yang terlalu tinggi saat ini bisa mempengaruhi hasil panenan," kata Adam Klopfenstein, Ssenior Market Strategist Lind-Waldock, Chicago. Menurutnya, Pantai Gading baru akan memulai memanen kakao dalam jumlah yang lebih besar ketimbang dua panenan sebelumnya. Curah hujan yang tinggi juga berpotensi merusak produksi kakao Indonesia.

Harga kakao untuk pengiriman Desember naik US$ 84, atau 3,1% menjadi US$ 2.773 per ton pada pukul 9:38 waktu AS di ICE Futures U.S. di New York, Kamis (9/16). Dolar AS yang lemah terhadap enam mata uang dunia juga menyurung penguatan harga kakao.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×