kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.968   55,00   0,31%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Investor PGN di pasar modal turut dirugikan atas kebijakan harga gas US$ 6


Selasa, 13 April 2021 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Perawatan pipa jaringan gas PGN.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Di tengah berbagai tekanan bisnis, PGN berhasil menurunkan biaya operasional atau opex sebesar $ 180,4 juta. Manajemen juga berhasil memangkas capex, salah satunya pada pembangunan pipa minyak Rokan, sebesar 150 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,1 triliun.

"Posisi keuangan PGN cukup baik, dengan total aset sebesar 7,53 miliar dolar AS. Aset tersebut termasuk kas dan setara kas sebesar $ 1,18 miliar," jelas Arie melalui rilis resmi perusahaan.

Baca Juga: PGN (PGAS) berbalik merugi pada tahun lalu

Secara umum, Fendi menghitung, harga saham berkode PGAS ini secara fundamental dari price to value bagus sekali. Namun dari price to earning ratio justru negatif. Ini menunjukkan bahwa secara fundamental kuat, tapi ada dua  faktor utama yang menjadi value destroyer bagi saham PGAS  saat ini.

Pertama,  margin bisnis yang terbatas karena harga jual dipatok $ 6. Kedua adalah sengketa kasus putusan PPN gas bumi dengan DJP.

"Investor pasar modal menunggu kejelasan dari skema kompensasi bagi PGAS dari pemerintah. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjadi game changer atas kinerja keuangan perseroan kedepan," pungkas Fendi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×