Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan marketing sales sebesar Rp 1,52 triliun hingga kuartal III-2026.
Penjualan lahan industri di kawasan Cikarang, termasuk melalui perusahaan patungan (joint venture), antara lain berasal dari transaksi seluas 3 hektare (ha) kepada perusahaan tekstil Indonesia, 1 hektare kepada perusahaan sektor ketenagalistrikan, serta 0,7 hektare kepada perusahaan importir bahan bangunan asal China.
Sementara itu, di kawasan industri Kendal, transaksi penjualan lahan mencakup area seluas 7 hektare kepada produsen baterai asal China, 6 hektare kepada produsen kulit sintetis asal China, serta 9,7 hektare kepada produsen peralatan rumah tangga asal Indonesia.
Baca Juga: Astra Otoparts Bidik Pertumbuhan di Atas Industri Otomotif pada 2027, Tambah 30 Gerai
Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda mengatakan, kondisi pasar saat ini mendorong investor untuk mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan investasi. Selain pertimbangan komersial, realisasi transaksi juga masih bergantung pada jadwal masing-masing investor.
"Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan tetap berfokus pada pemeliharaan hubungan dengan pasar, penguatan sales pipeline, serta mengonversi peluang bisnis menjadi realisasi Marketing Sales," ujar Muljadi dalam keterangan resminya, Rabu (4/11/2026).
Meski demikian, KIJA masih melihat adanya permintaan mendasar (underlying demand) di kawasan industri yang dikelolanya.
Permintaan tersebut didukung oleh daya tarik jangka panjang Indonesia sebagai destinasi manufaktur dan investasi, serta ekosistem industri dan infrastruktur terintegrasi di kawasan Cikarang dan Kendal.
Terkait prospek bisnis, KIJA memperkirakan kondisi pasar properti industri akan lebih kondusif pada 2027. Optimisme tersebut didukung oleh pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan serta permintaan dari para penyewa kawasan industri (industrial tenants).
"Perusahaan tetap optimistis terhadap prospek bisnis properti industri dalam jangka menengah," kata Muljadi.
KIJA juga tetap berfokus memperkuat basis pendapatan berulang (recurring revenue) melalui segmen infrastruktur sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pengembang kawasan industri terkemuka di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
