kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Jaecoo Andalkan Efisiensi dan SUV Listrik untuk Gaet First Buyer


Jumat, 17 April 2026 / 16:59 WIB
Jaecoo Andalkan Efisiensi dan SUV Listrik untuk Gaet First Buyer
ILUSTRASI. Jaecoo Serahkan 3.000 Unit J5 kepada Konsumen (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaecoo Indonesia memacu strategi penetrasi pasar kendaraan listrik di tengah pertumbuhan segmen new energy vehicle (NEV) yang kian pesat. Produsen otomotif ini mengandalkan lini SUV elektrifikasi serta efisiensi biaya operasional untuk menarik minat konsumen, khususnya pembeli pertama (first buyer).

Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama mengatakan, sejak hadir di Indonesia sekitar satu tahun lalu, Jaecoo telah membawa sejumlah model SUV, mulai dari J5 EV hingga model plug-in hybrid seperti J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS.

Dari sisi penjualan, performa model listrik J5 EV terbilang agresif. Hingga saat ini, pengiriman unit telah menembus lebih dari 10.000 unit. Perusahaan menargetkan distribusi meningkat menjadi 13.000 unit pada April 2026, sementara total pemesanan sudah melampaui 15.000 unit.

Ia menyebut, tingginya permintaan tersebut turut mendorong Jaecoo mempercepat distribusi kendaraan ke konsumen. Untuk wilayah Jakarta, estimasi pengiriman berkisar satu bulan, sementara di luar Jawa membutuhkan waktu lebih panjang.

Baca Juga: JAECOO J5 EV Mulai Dikirim: SUV Listrik Perdana ke Konsumen Indonesia

“Dengan adanya permintaan tinggi, dan JAECOO Indonesia terus berupaya untuk dapat memenuhinya dengan mendistribusikannya lebih cepat,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).

Dalam upaya menjangkau konsumen baru, Jaecoo menonjolkan efisiensi biaya penggunaan kendaraan listrik. Berdasarkan simulasi internal, penggunaan J5 EV dengan jarak tempuh 1.500 kilometer per bulan hanya membutuhkan biaya energi sekitar Rp 290.000 hingga Rp 584.000 per bulan.

Dengan asumsi tarif listrik Rp 1.700 per kWh, biaya operasional harian diperkirakan sekitar Rp 9.600 per hari untuk penggunaan 50 kilometer. Angka ini diklaim lebih murah dibandingkan pengeluaran harian untuk konsumsi gaya hidup di perkotaan.

Baca Juga: Jaecoo Rilis J5 EV, Harganya Dibanderol Mulai Rp 249 Juta

Efisiensi tersebut didukung oleh kapasitas baterai 60,9 kWh yang memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali pengisian daya, berdasarkan pengujian internal di Indonesia. Jarak tempuh ini lebih tinggi dibandingkan estimasi standar NEDC yang berada di kisaran 461 kilometer.

Dalam jangka panjang, biaya energi kendaraan ini juga relatif rendah. Jaecoo memperkirakan biaya energi J5 EV hanya sekitar Rp 872.000 untuk tiga bulan, atau sekitar Rp 3,49 juta per tahun.

Menurut Ilham, kombinasi efisiensi biaya, performa, dan pengalaman berkendara modern menjadi nilai jual utama untuk menarik konsumen baru di segmen kendaraan listrik.

“Ini hal yang kita tawarkan juga ke first buyer,” jelasnya.

Baca Juga: Jaecoo Atur Strategi untuk Mengantisipasi Pencabutan Insentif Mobil Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×