Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan profitabilitas di tengah tekanan biaya di sektor konstruksi dalam beberapa waktu terakhir.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan kondisi geopolitik global yang terjadi saat ini cukup berdampak terhadap perubahan biaya konstruksi.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, PTPP melakukan strategi berupa mitigasi klausul force majeure serta kontrak payung vendor material konstruksi. Hal ini dijalankan untuk mempertahankan profitabilitas di tengah tekanan yang terjadi.
Di sisi lain, untuk menjaga ketahanan bisnis, perusahaan juga semakin selektif dalam memilih proyek atau pekerjaan. Salah satunya dengan mengambil proyek-proyek yang memiliki pendanaan lebih aman.
Baca Juga: PTPP Raih Proyek Pembangunan RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143,09 Miliar
“Selain itu PTPP juga memanfaatkan adopsi teknologi digital dan management proyek yang lebih efisien dengan lean construction,” ungkap Joko, kepada Kontan.co.id, Kamis (6/8/2026).
Meskipun dihadapkan berbagai tekanan, PTPP tetap berhasil mengantongi perolehan nilai kontrak dengan total Rp 8,42 Triliun pada semester I-2026.
Berdasarkan sumber pendanaan, komposisi perolehan kontrak baru PTPP terdiri dari 73% proyek pemerintah, 15% proyek swasta, dan 12% proyek BUMN.
Dari sisi segmentasi, kontribusi terbesar berasal dari Jalan & Jembatan 31%, Tanggap Darurat 21%, Smelter & Pertambangan 18%, Rumah Sakit 12%, Gedung 11%, Pelabuhan 3%, Sumber daya Air 2%, dan Infrastruktur Air 1%.
Baca Juga: Biaya Proyek Membengkak, PTPP Evaluasi Dampak BBM dan Rupiah
“Dengan perolehan nilai kontrak ini, tentunya PTPP optimis dengan target akhir tahun yang akan dicapai dengan terus mendorong perbaikan kinerja serta strategi back to core,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
