kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Jangka panjang, Garuda beli pesawat dari PT DI


Selasa, 01 Oktober 2013 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Manfaat mengkonsumsi terong untuk kesehatan.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Untuk pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia Tbk (persero), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta Garuda untuk membelinya dari PT Dirgantara Indonesia (DI). Terutama untuk pesawat penerbangan jarak pendek. Hal ini diungkapkan Dahlan terkait rencana Garuda mendatangkan pesawat ATR72 600 dengan sistem sewa dari Nordic Aviaton Capital (NAC).

Namun kata dia, karena kebutuhan yang mendesak, Dahlan saat ini membolehkan Garuda untuk mendatangkan KTR72 600 dari NAC. "Kalau dalam jangka pendek bisa menggunakan KTR72 600, namun kalau dalam jangka panjang dan menengah, Garuda bisa membelinya dari PT DI, kita mendukung itu," kata Dahlan di Jakarta, Selasa (1/10).

Apalagi kata dia, dengan mekanisme sewa maka tidak memberatkan keuangan Garuda. Oleh karenanya ia menyetujuinya. "Saya setujui saja karena mekanismenya kan sewa, jadi tidak memberatkan keuangan Garuda dan negara, kebutuhan mereka kan juga mendesak, sedangkan jika membeli melalui PT DI bisa nunggu sampai dua tahun," tuturnya.

Seperti diketahui bahwa Garuda akan mendatangkan 35 pesawat ATR72 600 dari NAC. Dimana 25 pesawat yang sudah dipesan dan 10 pesawat berupa opsi tambahan untuk melayani rute-rute penerbangan jarak dekat. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×