kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Jaya Ancol (PJAA) Kejar Pertumbuhan Moderat, Incar 9,5 Juta Pengunjung pada 2026


Jumat, 20 Februari 2026 / 18:42 WIB
Jaya Ancol (PJAA) Kejar Pertumbuhan Moderat, Incar 9,5 Juta Pengunjung pada 2026
ILUSTRASI. Wisatawan Nusantara bermain di pantai Ancol, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menargetkan pertumbuhan moderat pada tahun 2026. Emiten yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta ini masih mengandalkan pendapatan tiket wisata sebagai tulang punggung bisnisnya.

Corporate Communication Pembangunan Jaya Ancol, Daniel Windriatmoko mengungkapkan bahwa strategi bisnis PJAA pada tahun ini akan berfokus pada penguatan fundamental melalui optimalisasi kinerja unit-unit rekreasi serta pengembangan kawasan. "Tahun 2026 diproyeksikan tumbuh moderat dengan target kunjungan sebesar 9,5 juta orang," kata Daniel saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (19/2/2026).

Target jumlah kunjungan Jaya Ancol tahun ini lebih tinggi dibandingkan target 9,3 juta pengunjung pada tahun lalu. Daniel menjelaskan pada segmen penjualan tiket, PJAA menggelar sejumlah strategi. Antara lain penyelenggaraan event tematik, program promosi seperti bundling dan penerapan harga dinamis dan optimalisasi saluran penjualan melalui Online Travel Agent (OTA).

Baca Juga: IPC Terminal Petikemas Tambah Alat, Siap Jaga Arus Logistik di Bulan Ramadan

Selain itu, PJAA akan memperkuat kemitraan dengan segmen rombongan. "Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan kinerja segmen tiket ke level sebelum tahun 2025," ungkap Daniel.

Merujuk laporan keuangan PJAA di Bursa Efek Indonesia, PJAA mengantongi pendapatan tiket sebesar Rp 737,70 miliar sepanjang tahun 2025. Mengalami penurunan 18,68% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 907,18 miliar.

Pendapatan tiket PJAA pada tahun 2025 berasal dari wahana wisata sebesar Rp 483,21 miliar dan pintu gerbang sebesar Rp 254,49 miliar. Pendapatan dari kedua segmen tersebut masing-masing menyusut 19,29% (yoy) dan 17,50% (yoy).

Pendapatan tiket merupakan kontributor utama dengan menyumbang 65,79% dari pendapatan usaha bersih PJAA pada tahun lalu, yang senilai Rp 1,12 triliun. Adapun, pendapatan usaha PJAA pada tahun 2025 menurun 11,11% (yoy) dibandingkan capaian Rp 1,26 triliun pada tahun 2024.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Izin Lingkungan Proyek Abadi LNG di Blok Masela

Daniel menjelaskan bahwa penurunan pendapatan tiket tahun lalu disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat serta ketidakpastian kondisi ekonomi.

"Menyebabkan masyarakat menjadi lebih selektif dalam mengalokasikan pengeluaran, khususnya untuk kegiatan rekreasi," kata Daniel.

Selain dari tiket, pendapatan PJAA tahun lalu berasal dari hotel dan restoran sebesar Rp 68,54 miliar dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp 316,95 miliar. Pendapatan hotel dan restoran turun 10,80% (yoy). Sedangkan pendapatan usaha lainnya tumbuh 14,17% (yoy).

Sementara itu, PJAA tidak membukukan pendapatan real estate (tanah dan bangunan) pada tahun 2025. Sedangkan pada tahun 2024, PJAA mencatatkan pendapatan real estate sebesar Rp 5,67 miliar.

Di tengah penurunan pendapatan usaha, beban pokok pendapatan dan beban langsung PJAA naik 1,73% (yoy) menjadi Rp 609,54 miliar. Hasil ini memangkas laba bruto PJAA sebanyak 23,26% (yoy) dari Rp 666,77 miliar menjadi Rp 511,66 miliar pada 2025.

Baca Juga: Perjanjian Dagang RI–AS, AS Minta Indonesia Mengatur Produksi Smelter Milik Asing

Namun pada saat yang sama, PJAA mencatatkan penghasilan lainnya sebesar Rp 224,65 miliar. Melonjak 866,65% dibandingkan penghasilan lainnya pada 2024, yang hanya sebesar Rp 23,24 miliar. Lonjakan penghasilan lainnya PJAA terutama didapat dari penggantian kerugian atas proyek pembangunan jalan tol sebesar Rp 175,91 miliar.

Hasil tersebut turut mengangkat bottom line PJAA. Laba bersih PJAA tumbuh tipis 1,35% (yoy) dari Rp 177,79 miliar menjadi Rp 180,19 miliar pada tahun 2025. "Pertumbuhan laba bersih tersebut disebabkan oleh penerimaan pendapatan lain-lain atas kompensasi proyek strategis nasional Tol Harbour Road II," jelas Daniel. 

Daniel menambahkan, sepanjang tahun lalu PJAA merealisasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 86 miliar. Sedangkan untuk tahun ini, Daniel belum membeberkan nilai capex yang dianggarkan PJAA. Yang pasti, capex tahun ini akan difokuskan untuk melanjutkan inovasi produk dan revitalisasi area rekreasi guna memperkaya pengalaman pengunjung serta meningkatkan nilai komersial aset yang dimiliki PJAA.

PJAA berpeluang mendongkrak kinerja pada awal tahun ini. Salah satu faktor pendorongnya adalah liburan Lebaran Idulfitri. Pada libur Lebaran nanti, Ancol akan menghadirkan berbagai event spesial dalam tema "Festival Raya Kemenangan". PJAA menyiapkan berbagai event tematik di setiap unit rekreasi untuk menjadi sajian hiburan bagi para pengunjung.

Selain itu, PJAA menyiapkan promo-promo paket bundling. "Agar menjadi pilihan masyarakat yang akan merayakan momen kemenangan bersama keluarga, sehingga momen libur Lebaran dapat berdampak secara signifikan dan berkontribusi terhadap kinerja PJAA baik di kuartal I-2026 maupun kontribusi terhadap kinerja di tahun 2026 secara keseluruhan," tutup Daniel.

Selanjutnya: Saham Ini Diborong Asing Saat IHSG Merah Menjelang Akhir Pekan (20/2)

Menarik Dibaca: Pasar Kripto Menguji Naik, Ini 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×