kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Pemerintah Terbitkan Izin Lingkungan Proyek Abadi LNG di Blok Masela


Jumat, 20 Februari 2026 / 18:10 WIB
Pemerintah Terbitkan Izin Lingkungan Proyek Abadi LNG di Blok Masela


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia resmi memberikan persetujuan lingkungan atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bagi INPEX untuk pengembangan Proyek Abadi LNG di Blok Masela, Maluku.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (20/2/2026), persetujuan tersebut diberikan kepada anak usaha INPEX, INPEX Masela Ltd., dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan proyek gas raksasa tersebut.

Saat ini, Proyek Abadi LNG masih berada pada tahap Front-End Engineering and Design (FEED). Dengan terbitnya persetujuan AMDAL, INPEX berencana memulai secara bertahap pekerjaan persiapan di lokasi proyek, sembari memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar.

Persetujuan lingkungan ini mencakup seluruh komponen utama proyek, mulai dari kegiatan pengeboran, pembangunan dan pengoperasian fasilitas produksi serta pemrosesan, hingga fasilitas kilang LNG darat (onshore LNG plant). Proyek ini sebelumnya telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dan proyek infrastruktur prioritas oleh pemerintah.

Baca Juga: Amdal Segera Rampung, Proyek Abadi Masela Siap Groundbreaking Sebelum Lebaran

Secara kapasitas, Proyek Abadi LNG ditargetkan memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun. Volume tersebut setara lebih dari 10% total impor LNG Jepang per tahun. Selain LNG, proyek ini juga akan memasok gas pipa untuk kebutuhan domestik serta memproduksi kondensat hingga sekitar 35.000 barel per hari.

INPEX menilai proyek ini akan berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan energi Indonesia, Jepang, dan negara-negara Asia lainnya, sekaligus menyediakan pasokan energi rendah karbon dalam jangka panjang.

Hal ini ditopang oleh cadangan gas yang besar, karakteristik lapangan kelas dunia, serta integrasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS).

Baca Juga: Progres Proyek Abadi Masela, INPEX Rampungkan Studi CCS Bersama ITB

Dari sisi kepemilikan, INPEX Masela Ltd. bertindak sebagai operator dengan porsi kepemilikan 65%. Sementara itu, Pertamina Hulu Energi Masela memegang 20% dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. sebesar 15%.

INPEX menyatakan, persetujuan AMDAL ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis gas alam dan LNG, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca sebagaimana tertuang dalam INPEX Vision 2035.

Proyek Abadi LNG juga diharapkan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kawasan Indonesia timur dan mendukung target pemerintah Indonesia mencapai net zero emission pada 2060.

Ke depan, INPEX menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kehadiran dan investasi di Indonesia, seiring peran strategis sektor gas bumi dalam transisi energi nasional.

Selanjutnya: Pertamina Gandeng Perusahaan AS Halliburton Pulihkan Lapangan Migas

Menarik Dibaca: EdTech Ruangguru Gandeng Privy Maksimalkan Operasional Digitalisasi Tanda Tangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×