kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Jayamas Medica (OMED) Optimistis Tatap 2026, Bidik Pertumbuhan Pendapatan hingga 15%


Kamis, 05 Februari 2026 / 20:54 WIB
Jayamas Medica (OMED) Optimistis Tatap 2026, Bidik Pertumbuhan Pendapatan hingga 15%
ILUSTRASI. Pabrik alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri (DOK/OMED)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) optimistis menatap prospek kinerja tahun 2026. Hal ini didukung oleh permintaan yang stabil dari segmen layanan kesehatan swasta maupun publik.

Manajemen OMED menyampaikan bahwa prospek operasional pada 2026 masih berada pada jalur pertumbuhan yang sehat. 

Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di kisaran low hingga mid-teens, dengan proyeksi mencapai sekitar 15%. Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor diharapkan tetap terjaga di level rendah 30%.

Selain pasar domestik, OMED juga membidik kontribusi dari pasar ekspor. Pada 2026, perseroan menargetkan penjualan ekspor sebesar US$1,0–1,5 juta, seiring upaya memperluas jangkauan pasar dan diversifikasi sumber pendapatan.

Baca Juga: Tingkatkan Penjualan Domestik dan Ekspor, Jayamas Medica (OMED) Siapkan Ekspansi

“Manajemen tetap optimistis terhadap prospek operasional perseroan pada 2026, yang didukung oleh permintaan yang stabil dari segmen layanan kesehatan swasta maupun publik,” ujar manajemen OMED, dalam keterangan resminya, pada Kamis (5/2/2026). 

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan kesiapan operasional, OMED menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp62 miliar pada 2026. Capex tersebut akan difokuskan pada penguatan kapasitas produksi dan efisiensi distribusi.

Manajemen menyebut, alokasi capex 2026 secara rinci digunakan untuk pengadaan mesin baru guna meningkatkan kapasitas manufaktur di fasilitas Mojoagung dan Krian. 

“Selain itu, OMED juga akan melanjutkan pengembangan National Distribution Center (NDC) di Pulo Gadung, Jakarta, yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi logistik dan kualitas layanan, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat,” tulis Manajemen. 

Manajemen menegaskan bahwa penguatan infrastruktur operasional menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam menjaga daya saing dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Baca Juga: Jayamas Medica Industri (OMED) Raih Kinerja Moncer Hingga Kuartal III-2025,

Di sisi eksternal, prospek OMED turut ditopang oleh outlook sektor kesehatan Indonesia yang dinilai konstruktif pada 2026. Pemerintah Indonesia telah meningkatkan anggaran kesehatan sebesar 16% secara tahunan menjadi sekitar Rp244 triliun, menegaskan sektor kesehatan sebagai prioritas nasional. 

Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan aksesibilitas, keterjangkauan, serta keberlanjutan jangka panjang, termasuk penguatan kapabilitas industri kesehatan dan farmasi dalam negeri.

Meski sistem Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan) masih menghadapi tekanan pendanaan akibat rasio klaim yang melampaui pendapatan iuran, sejumlah langkah perbaikan diharapkan mulai diterapkan pada paruh kedua 2026, seperti Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan sistem rujukan berbasis kompetensi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem.

Dalam kondisi tersebut, segmen layanan kesehatan swasta dinilai tetap resilien, didorong oleh permintaan layanan berkompleksitas tinggi, layanan non-BPJS, serta kebutuhan yang berkelanjutan terhadap alat kesehatan, produk medis habis pakai, dan infrastruktur kesehatan.

“OMED memasuki 2026 dengan keseimbangan yang solid antara inisiatif pertumbuhan dan disiplin operasional, sehingga berada pada posisi yang baik untuk menghadapi volatilitas pasar sekaligus menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang,” pungkas manajemen.

Baca Juga: Jayamas Medica Industri (OMED) Incar Raih Pendapatan Rp 2 triliun di Akhir 2025

Selanjutnya: ALI Dorong Insentif Pajak untuk Tekan Biaya Logistik Nasional

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 6 Februari 2026, Keadaan Harmonis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×