kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.306   -64,59   -1,01%
  • KOMPAS100 831   -12,31   -1,46%
  • LQ45 630   -4,61   -0,73%
  • ISSI 225   -3,13   -1,37%
  • IDX30 360   -1,60   -0,44%
  • IDXHIDIV20 448   1,06   0,24%
  • IDX80 96   -1,17   -1,20%
  • IDXV30 124   -0,88   -0,71%
  • IDXQ30 117   0,42   0,36%

Jelang akhir tahun, penjualan Kawasaki membaik


Kamis, 17 Desember 2015 / 11:43 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) berhasil melewati masa-masa kritis yang memukul pasar sepeda motor nasional sepanjang tahun ini. Setelah mengoreksi target awal karena lesunya demand, penjualan justru menanjak di akhir 2015 dan berhasil melampaui target baru.

Deputy Head Sales and Promotions KMI Michael Candra Tanadhi tidak memungkiri bahwa kondisi pasar tahun ini kurang bagus. Namun sejak melakukan revisi dari target 137.000 unit menjadi 116.000 unit sepanjang tahun, penjualan justru lebih stabil.

”Estimasi kami 118.000 unit sampai Desember. Kami bisa bertahan berkat model-model andalan kami tetap diterima dan meraih penjualan yang baik. KLX Series masih menjadi tulang punggung. Ninja 2 tak juga masih diminati, kami genjot dengan produksi terakhir pada Juli 2015,” ujar Michael kepada KompasOtomotif (15/12).

Tapi jika melihat data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) per November 2015, KMI sudah membukukan penjualan 118.000 unit hingga sepanjang 11 bulan tahun 2015. Artinya, target revisi 116.000 unit sudah terlampaui, bahkan target hingga akhir Desember 118.000 unit juga bakal terlewati, mengingat masih ada hitungan satu bulan khusus Desember.

Tahun depan, Michael mengaku masih menyusun target dan penempatan produk yang akan disebar sepanjang tahun. Jagoan masih sama, mengandalkan KLX Series dan Ninja 250 sebagai tulang punggung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×