kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Jetour Mulai CKD di Bekasi, Dashing dan X70 Plus Dirakit Lokal TKDN Mendekati 40%


Jumat, 23 Januari 2026 / 15:12 WIB
Jetour Mulai CKD di Bekasi, Dashing dan X70 Plus Dirakit Lokal TKDN Mendekati 40%
ILUSTRASI. Merek Jetour memilih strategi CKD tanpa pabrik sendiri di Indonesia. Ketahui alasan di balik keputusan ini dan dampaknya bagi konsumen SUV. (Dok/Jetour Motor)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merek otomotif asal China, Jetour, resmi memulai perakitan lokal dua modelnya, Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus, di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Bekasi, Jawa Barat.

Langkah ini menjadi penanda awal penguatan basis manufaktur Jetour di Indonesia melalui skema completely knocked down (CKD).

President Director PT Jetour Motor Indonesia Jacky Yang mengatakan, dimulainya produksi lokal tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk membangun bisnis jangka panjang di pasar domestik.

“Produksi dengan sistem CKD yang bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor ini merupakan penegasan komitmen Jetour untuk menghadirkan kendaraan premium dan inovatif di pasar Indonesia,” kata Jacky dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Lonjakan Permintaan SUV Dongkrak Persaingan Pasar,JETOUR T2 Tambah Kuota Harga Khusus

Seremoni produksi perdana Jetour Dashing dan X70 Plus turut dihadiri Holding Director PT Handal Indonesia Motor I.G.P. Rampai Surya Budhi. Sebelumnya, kedua model tersebut telah diperkenalkan kepada konsumen otomotif Indonesia pada ajang GIIAS 2024.

Dari sisi produk, Jetour membawa konsep Travel+, yakni strategi menghadirkan kendaraan serbaguna yang dapat digunakan di area perkotaan hingga berbagai kondisi jalan.

Jetour X70 Plus diposisikan sebagai SUV keluarga dengan fitur unggulan seperti Ultra Wide Panoramic Sunroof, sementara Jetour Dashing menyasar segmen konsumen muda dengan desain sporty dan karakter petualangan yang lebih kuat.

Secara global, Jetour memulai ekspansi internasional sejak 2019 dan saat ini telah mengekspor kendaraan ke lebih dari 50 negara dan wilayah, termasuk Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, serta Asia-Pasifik.

Dari sisi strategi investasi, Jetour mengonfirmasi belum akan membangun pabrik sendiri dalam waktu dekat. Perusahaan masih memilih fokus pada kolaborasi dengan mitra lokal, yakni Handal Indonesia Motor.

Marketing Director Jetour Motor Indonesia Moch Ranggy Radiansyah mengatakan, saat ini pihaknya masih mengandalkan skema kemitraan untuk produksi seluruh model Jetour di Tanah Air.

“Untuk saat ini kami masih fokus pada partnership dengan Handal. Jadi, untuk model T2 dan model ke depannya masih dalam skema partnership dengan Handal,” kata Ranggy di BSD saat pameran GIIAS 2025.

Selain Dashing dan X70 Plus, Jetour juga telah memproduksi model T2 di fasilitas Handal. Ketiga model tersebut diklaim telah mendalami penggunaan kandungan lokal atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mendekati 40%.

Baca Juga: Saling Ngegas di Pasar Otomotif, Jetour Ekspansi Jaringan dan Luncurkan Seri T2

Meski belum memiliki pabrik sendiri, Ranggy menegaskan Jetour tetap menyimpan ambisi membangun fasilitas manufaktur mandiri di Indonesia dalam jangka panjang. Namun, langkah tersebut dinilai belum memungkinkan dilakukan saat ini.

“Tentu saja sebagai ATPM, visi jangka panjangnya kami ingin punya pabrik sendiri. Tapi, untuk saat ini kami lihat memang partnership dengan Handal masih yang paling ideal,” ujarnya.

Menurut Ranggy, strategi menumpang produksi di Handal dinilai lebih efisien pada fase awal ekspansi bisnis Jetour di Indonesia, sekaligus mempercepat waktu masuk pasar.

“Multiple factor, salah satunya memang terkait efisiensi serta kesiapan dan speed untuk masuk ke market melalui partnership ini,” kata dia.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnisnya di Indonesia, Jetour Motor Indonesia juga telah membangun gudang pusat suku cadang di Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas seluas 2,4 hektare tersebut difungsikan sebagai pusat penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan komponen Jetour di pasar domestik.

Selanjutnya: Huawei Mate X7 Siap Meluncur: TKDN Lolos, Berapa Harganya di Indonesia?

Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 23-25 Januari 2026, Iga Potong-Cumi Fresh Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×