kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi kaji BUMN khusus panas bumi


Rabu, 19 Agustus 2015 / 14:30 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah tengah mengkaji untuk membentuk badan usaha milik negara (BUMN) khusus panas bumi (geothermal).

Ini terkait dengan besarnya kebutuhan akan energi baru dan terbarukan sebagai pengganti energi fosil yang akan segera habis.

"Karena info yang saya terima kita mempunyai kekuatan potensi panas bumi sampai 29.000 MW. Ini potensi yang besar, maka jika diperlukan akan dibuat bumn khusus untuk urusi ini (geothermal). Perhatian khusus ke bidang ini perlu diperhatikan," kata Jokowi di acara Indonesia EBTKE ConEX pada Rabu (19/8).

Jokowi menyebut penggunaan energi hasil fosil di Indonesia suda menyampai 95% dari bauran energi nasional.

Angka yang besar tersebut ke depannya akan dikurangi perlahan-lahan dengan energi baru dan terbarukan.

Untuk itu, pemerintah juga berencana untuk memberikan intensif tarif dan perizinan yang berkaitan dengan energi baru dan terbarukan.

"Ke depannya arah kita jelas sekali untuk EBT (energi baru dan terbarukan) yang konsisten dan mengarah ke bidang ini. Sehingga investasi ke EBT akan terus didorong karena kita memiliki potensi yang besar dan berlimpah,"katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×