Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah pemudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini berpotensi turun. Kondisi ekonomi yang sulit dan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor pemicu.
Pengamat Transportasi, Darmaningtyas menjelaskan perang yang terjadi di Timur Tengah berpotensi menghambat distribusi pasokan minyak mentah yang berujung pada tersendatnya pasokan BBM di dalam negeri. Hal ini akan berpotensi menimbulkan kelangkaan BBM
Menurutnya, kondisi ini akan menjadi pertimbangan bagi para pemudik saat musim mudik nanti.
"Karena harga BBM naik, ongkos transportasi meningkat signifikan, orang tentu akan mempertimbangkan kembali," ujar Darmaningtyas dalam keterangannya.
Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Daya Beli Melemah
Ia memperkirakan jumlah pemudik pada 2026 bisa turun hingga 10% dibandingkan tahun lalu.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan penurunan sekitar 1%.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno juga memperkirakan jumlah pemudik akan menurun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Pasalnya, kondisi ekonomi dan pasokan BBM menjadi variabel krusial menjelang musim mudik.
"Kalau BBM naik, tentu berpengaruh besar. Apalagi pasokan kita juga sedang ketat," kata Djoko.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Secure Parking Perkuat Sistem Parkir di Wilayah Trafik Tinggi
Djoko memprediksi, jika harga BBM meningkat maka sebagian masyarakat akan lebih memilih mudik menggunakan transportasi umum.
Saat ini, konsumsi BBM terbesar berasal dari sektor transportasi, dengan sekitar 93% digunakan kendaraan pribadi, 4% untuk truk, dan hanya 3% untuk angkutan umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













