kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Jumlah Penonton Tembus 42,5 juta di Semester I, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus


Minggu, 31 Agustus 2025 / 11:55 WIB
Jumlah Penonton Tembus 42,5 juta di Semester I, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus
ILUSTRASI. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI, kode saham: CNMA) menghadirkan bioskop terbaru Agora Mall XXI yang dilengkapi teknologi IMAX® with Lase. mencatat sebanyak 42,5 juta penonton di sepanjang semester I-2025.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI mencatat sebanyak 42,5 juta penonton di sepanjang semester I-2025. 

Corporate Secretary CNMA Indah Tri Wahyuni mengatakan total penonton pada kuartal kedua 2025 melonjak lebih dari dua kali lipat dari total penonton di kuartal pertama. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya momentum libur Lebaran pada bulan April lalu. 

“Selain itu, antusiasme penonton terhadap film-film box office, baik film nasional maupun internasional juga menjadi pendorong jumlah penonton di Cinema XXI di kuartal kedua,” ungkap Indah, kepada Kontan.co.id, Kamis (28/8/2025). 

Jika ditelaah kinerja CNMA pada semester I-2025 mencatatkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan CNMA turun sekitar 2,71% menjadi Rp 2,87 triliun dibandingkan Rp 2,95 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.Sayangnya penurunan pendapatan ini berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan. Laba bersih CNMA tercatat sebesar Rp 324 miliar, menurun dari Rp 424 miliar pada semester I-2024.

Baca Juga: Film Nasional Jadi Penggerak, 65% Penonton Cinema XXI Pilih Karya Anak Bangsa

Pendapatan terbesar CNMA berasal dari penjualan tiket yang juga tercatat mengalami penurunan. Penjualan tiket tercatat sebesar Rp 1,79 triliun, turun sekitar 4,28% YoY dari Rp 1,87 triliun pada semester I-2024. 

Indah menyebutkan, kinerja CNMA pada semester I-2025 turut dipengaruhi oleh faktor seasonality dan momentum yang terjadi pada kuartal pertama 2025, bertepatan dengan bulan ramadan. 

Secara khusus untuk segmen hiburan, pada periode tersebut aktivitas menonton film di bioskop menurun jika dibandingkan hari-hari biasanya. 

“Sementara itu, pada kuartal kedua, Cinema XXI berhasil memanfaatkan momentum libur Lebaran bahkan mencatatkan jumlah penonton per bulan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan di bulan

April 2025,” jelasnya. 

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Cinema XXI (CNMA) Turun di Semester I-2025

Di samping itu, CNMA memperoleh pendapatan dari penjualan makanan dan minuman sebesar Rp 968 miliar, iklan sebesar Rp 30,9 miliar, platform digital sebesar Rp 69,2 miliar, dan acara serta pendapatan lainnya sebesar Rp 13,1 miliar.

Menghadapi semester II, CNMA berupaya memaksimalkan kinerja di sisa tahun ini dengan menghadirkan film-film terbaik guna menarik penonton datang ke bioskop Cinema XXI. 

Sejumlah pipeline film dalam negeri maupun luar negeri yang sudah dan akan rilis di paruh kedua 2025 berpotensi untuk menarik minat lebih banyak penonton ke bioskop.

“Kami harap antusiasme ini terus berlanjut di semster II-2025 dan masyarakat tetap memilih Cinema XXI untuk menikmati hiburan berkualitas,” sebutnya. 

Manajemen CNMA tidak memerinci berapa target pendapatan dan laba tahun ini. Indah hanya mengatakan Cinema XXI membidik pertumbuhan positif untuk kinerja di tahun 2025.

Selanjutnya: Aktivitas Manufaktur China Melemah Selama Lima Bulan Berturut-Turut

Menarik Dibaca: Baru, Promo PHD Pizza Buldak Hot Sauce Sensasi Pedas ala Korea Mulai Rp 79.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×