kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Kadin Soroti Pemadaman Listrik Berulang Kali, Ungkap Dampak Bagi Industri & Investasi


Kamis, 18 Juni 2026 / 15:34 WIB
Kadin Soroti Pemadaman Listrik Berulang Kali, Ungkap Dampak Bagi Industri & Investasi
ILUSTRASI. Pemadaman listrik berulang di Jabodetabek hambat produksi dan rantai pasok.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti pemadaman listrik yang berulang kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pemadaman listrik melanda sejumlah daerah, bahkan di kota besar seperti di area Jabodetabek.​

Bahkan, pemadaman listrik dalam skala luas (blackout) sempat melanda Sumatra pada 22 Mei 2026 lalu. Pasokan listrik dari PT PLN (Persero) yang masih biarpet ini menjadi sorotan bagi industri dan para pelaku usaha.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menegaskan pasokan listrik yang andal merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan kegiatan ekonomi dan daya saing industri. Pemadaman listrik yang terjadi berulang, termasuk di kawasan Jabodetabek yang merupakan pusat aktivitas bisnis dan industri nasional menimbulkan perhatian serius bagi pelaku usaha.

Baca Juga: ideA: Seller di Platform Digital Harus Dimudahkan untuk Dapat NIB

Erwin mengungkapkan, dampak yang dirasakan tidak hanya berupa terhentinya proses produksi. Tetapi juga gangguan terhadap rantai pasok, distribusi barang, layanan digital, pusat data, perdagangan ritel, hingga aktivitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bagi sektor manufaktur, pemadaman mendadak dapat menyebabkan kerusakan bahan baku, terganggunya jadwal produksi, serta meningkatkan biaya operasional karena penggunaan genset cadangan dan sumber energi alternatif.

Sedangkan untuk sektor jasa, terutama perbankan, telekomunikasi, pusat data, rumah sakit, dan perdagangan modern, kontinuitas pasokan listrik sangat menentukan kualitas layanan kepada masyarakat. 

"Gangguan listrik yang berulang berpotensi menurunkan produktivitas dan menambah biaya ekonomi yang sebenarnya dapat dihindari.," kata Erwin saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (18/6/2026).

Erwin mengingatkan, keandalan listrik sangat memengaruhi iklim investasi. Keberlanjutan pasokan listrik menjadi salah satu indikator penting dalam keputusan investasi, terutama bagi industri manufaktur, pusat data, semikonduktor, dan industri berteknologi tinggi yang membutuhkan pasokan listrik stabil 24 jam.

"Oleh karena itu, penyelesaian cepat terhadap berbagai potensi gangguan kelistrikan akan membantu menjaga kepercayaan investor dan daya saing Indonesia di kawasan," ujar Erwin.

Dunia usaha pun berharap transparansi dan komunikasi yang lebih cepat kepada publik mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan, serta mitigasi agar pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian operasional secara lebih baik.

Baca Juga: PT KBI dan Bappebti Luncurkan Sistem Resi Gudang Berbasis Rel

Di sisi lain, apabila terdapat faktor pasokan energi primer termasuk batubara, Kadin meminta agar pemerintah bisa memastikan rantai pasok energi untuk pembangkit listrik tetap terjaga. 

"Keandalan sistem kelistrikan nasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur transmisi dan pembangkit, tetapi juga pada kepastian ketersediaan bahan baku energi yang memadai," ungkap Erwin.

Kadin pun mendorong percepatan investasi pada penguatan jaringan transmisi, modernisasi sistem kelistrikan, peningkatan cadangan operasional (reserve margin), digitalisasi pemantauan jaringan, serta diversifikasi sumber energi.

"Dengan sistem yang lebih resilien, risiko gangguan dapat diminimalkan sehingga dunia usaha memperoleh kepastian yang sangat dibutuhkan untuk berinvestasi dan berekspansi," tandas Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×