kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar, Risiko Masih Tersisa di 1.089 Titik


Sabtu, 02 Mei 2026 / 08:47 WIB
KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar, Risiko Masih Tersisa di 1.089 Titik
ILUSTRASI. Perlintasan kereta api tanpa palang pintu


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia mencatat telah menutup 2.220 perlintasan liar sejak 2017 hingga April 2026 sebagai bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api. Meski demikian, masih terdapat 1.089 perlintasan liar yang perlu ditangani lebih lanjut.

Langkah penutupan ini dilakukan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengurangi titik perlintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan setiap perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan yang harus dikelola secara serius.

“Setiap titik perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penutupan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga: KAI: 99% KA Jarak Jauh Kembali Tepat Waktu, Operasional Berangsur Normal

Saat ini, dari total 3.888 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatra, sebanyak 1.089 di antaranya masih merupakan perlintasan liar.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penataan perlintasan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang interaksi yang lebih aman antara kereta api dan lalu lintas jalan.

“Data ini menunjukkan bahwa ruang perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola secara konsisten. Penutupan perlintasan liar menjadi bagian dari penataan agar interaksi antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan dapat berlangsung lebih aman,” jelasnya.

Selain penutupan, KAI bersama Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah juga telah menangani 564 titik perlintasan melalui peningkatan menjadi tidak sebidang, seperti pembangunan flyover dan underpass.

Upaya penguatan keselamatan juga dilakukan melalui edukasi. Dalam periode 2024 hingga April 2026, KAI telah melaksanakan 4.988 kegiatan sosialisasi di perlintasan, 687 edukasi di sekolah dan tempat ibadah, serta memasang 1.745 media peringatan.

Anne menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam menekan risiko kecelakaan di perlintasan. Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang.

Baca Juga: Peruri Dorong Percepatan Digitalisasi Dokumen Rekrutmen Lewat Layanan e-Meterai

"Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting. Ketika kebiasaan ini dilakukan secara bersama, keselamatan dapat terjaga dengan lebih baik,” ujarnya.

KAI menilai penataan perlintasan, termasuk penutupan titik liar, merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan keselamatan bersama bagi pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×