kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Kalau Merpati ingin sehat, bereskan utangnya


Sabtu, 08 Februari 2014 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Cuaca hari ini Selasa (20/9) di Jawa dan Bali dari BMKG cerah hingga hujan ringan. TRIBUN JATENG/HERWAMAN HANDAKA.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah Indonesia harus tegas menentukan sikap apakah melikuidasi PT Merpati Nusantara Airlines atau tetap membiarkan hidup seperti kondisi sekarang.

Jika dilikuidasi, pemerintah harus konsekuen dengan ongkos yang harus dibayar.

"Secara keuangan Merpati itu sebenarnya sudah kolaps karena dia terlalu banyak menanggung keuangan. Utangnya Rp 6,5 triliun. Dia sama sekali tidak memiliki sumber cash flow, sumber equity, untuk membayar operasional termasuk untuk meyakinkan para kreditor," ujar Sunarsip, pengamat penerbangan, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Untuk menyehatkan keuangan Merpati, utang-utang Merpati harus dibereskan. Caranya dengan injeksi cash flow.

"Problem utang Merpati itu 75% itu ada di pemerintah dan BUMN, 25% paling hanya ke swasta. Kontrol terhadap keuangan Merpati itu ada di pemerintah," kata dia.

Setelah itu, maka komposisi saham di Merpati juga diubah. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×