kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kalau Merpati ingin sehat, bereskan utangnya


Sabtu, 08 Februari 2014 / 16:26 WIB
Kalau Merpati ingin sehat, bereskan utangnya
ILUSTRASI. Cuaca hari ini Selasa (20/9) di Jawa dan Bali dari BMKG cerah hingga hujan ringan. TRIBUN JATENG/HERWAMAN HANDAKA.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah Indonesia harus tegas menentukan sikap apakah melikuidasi PT Merpati Nusantara Airlines atau tetap membiarkan hidup seperti kondisi sekarang.

Jika dilikuidasi, pemerintah harus konsekuen dengan ongkos yang harus dibayar.

"Secara keuangan Merpati itu sebenarnya sudah kolaps karena dia terlalu banyak menanggung keuangan. Utangnya Rp 6,5 triliun. Dia sama sekali tidak memiliki sumber cash flow, sumber equity, untuk membayar operasional termasuk untuk meyakinkan para kreditor," ujar Sunarsip, pengamat penerbangan, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Untuk menyehatkan keuangan Merpati, utang-utang Merpati harus dibereskan. Caranya dengan injeksi cash flow.

"Problem utang Merpati itu 75% itu ada di pemerintah dan BUMN, 25% paling hanya ke swasta. Kontrol terhadap keuangan Merpati itu ada di pemerintah," kata dia.

Setelah itu, maka komposisi saham di Merpati juga diubah. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×