kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kapasitas pembangkit listrik nasional mencapai 69,6 GW, PLTU masih mendominasi


Minggu, 09 Februari 2020 / 06:15 WIB
Kapasitas pembangkit listrik nasional mencapai 69,6 GW, PLTU masih mendominasi


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

Untuk mewujudkan target tersebut, Rida memproyeksikan kebutuhan investasi mencapai US$ 36 miliar atau sekitar Rp 504 triliun (asumsi Rp 14.000 per dolar AS), yang terdiri dari pembangkit EBT dan non-EBT.

Baca Juga: Dalam lima tahun, ESDM targetkan penambahan kapasitas pembangkit 27,38 GW

Menurut Rida, kapasitas pembangkit listrik, termasuk pembangkit EBT yang sebesar 9,05 GW tersebut sudah mempertimbangkan penciptaan pasar untuk EBT dengan total kapasitas sebesar 2,24 GW yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rida menekankan, pembangunan pembangkit tersebut disesuaikan dengan pasokan dan permintaan. Pertimbangan utama memasok kebutuhan bisnis, pariwisata dan industri.

"Kami telah memplot pasokan listrik dengan potensi demand. Alhamdulillah kebutuhan permintaan ke depan tercukupi, termasuk pembangunan smelter. Sehingga tidak perlu khawatir jika terjadi kelebihan pasokan," ungkap Rida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×