Reporter: Genta Disa | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kapasitas pusat data di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh 180% di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud.
Tambahan kapasitas datang dari mulai beroperasinya pusat data SMX01 di kawasan pusat bisnis Jakarta dengan kapasitas beban teknologi informasi (TI) sebesar 21 megawatt (MW).
SMX01 dikembangkan melalui kemitraan SM+ Data Centers, Korea Investment Real Asset Management (KIRA), dan LG Sinar Mas (LGSM). Fasilitas tersebut resmi mencapai status Ready for Service (RFS) pada 2 November 2026 dan mulai siap melayani kebutuhan pelanggan.
Proyeksi pertumbuhan kapasitas pusat data di Asia Tenggara tersebut lebih tinggi dibandingkan kawasan Asia Pasifik lainnya yang diperkirakan tumbuh 120%. Pada saat yang sama, nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Asia Tenggara diperkirakan melampaui US$ 300 miliar pada 2025.
Baca Juga: Ada Imbauan Penerbangan Langsung ke Saudi, Harga Paket Umrah Bisa Naik
Indonesia menjadi salah satu pasar utama dengan GMV ekonomi digital mendekati US$ 100 miliar pada 2025. Sementara itu, pendapatan aplikasi AI di Indonesia tumbuh 127% pada semester I-2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
President Director dan Group CEO SM+ Holdings Herson Suindah mengatakan, peningkatan kebutuhan komputasi membuat penyedia pusat data perlu menyesuaikan kapasitas infrastrukturnya.
“Kebutuhan komputasi kini semakin beragam. Sebagian masih menjalankan sistem konvensional, sementara sebagian lainnya mulai membutuhkan kapasitas dengan performa yang jauh lebih tinggi untuk AI,” kata Herson dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, kapasitas SMX01 dapat dikembangkan secara modular mengikuti pertumbuhan permintaan pelanggan.
“Karena itu, kami membangun SMX01 agar kapasitasnya dapat berkembang sejalan dengan pertumbuhan pasar dan kebutuhan pelanggan,” ujarnya.
Dari sisi infrastruktur, SMX01 menyediakan teknologi liquid cooling dan pendinginan udara konvensional untuk mengakomodasi kebutuhan komputasi dengan kepadatan daya tinggi.
CEO LG Sinar Mas, Donghyup Han mengatakan, kebutuhan pusat data untuk AI tidak cukup hanya ditopang oleh kapasitas rak yang besar. Infrastruktur pendukung seperti daya, pendinginan, dan struktur bangunan juga harus diperhitungkan.
Baca Juga: NTT Perluas Bisnis Data Center di Indonesia, Singapura Mulai Kehabisan Daya dan Lahan
Selain infrastruktur komputasi, SMX01 memiliki empat titik akses jaringan dan menerapkan konsep carrier-neutral sehingga dapat terhubung dengan berbagai penyedia layanan internet. Fasilitas ini juga terkoneksi dengan jaringan edge data center milik SM+.
SM+ menyebut, dengan memperhitungkan akuisisi yang baru diumumkan, jaringan pusat datanya kini mencakup 31 fasilitas di 25 kota di Indonesia, termasuk 30 edge data center.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














