kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kapuas Prima Coal (ZINC) timbang akuisisi perusahaan tambang lain


Jumat, 18 Oktober 2019 / 19:11 WIB

Kapuas Prima Coal (ZINC) timbang akuisisi perusahaan tambang lain
ILUSTRASI. Kapuas Prima Coal (ZINC) timbang akuisisi perusahaan tambang lain

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi meningkatkan kinerja, PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) telah menyiapkan sejumlah rencana bisnis jangka panjang. Salah satunya rencana akuisisi perusahaan tambang lain.

Direktur Keuangan ZINC Hendra William mengatakan, agenda akuisisi perusahaan tambang lain masuk ke dalam roadmap ZINC yang berlangsung selama 15 tahun. Agenda ini telah ditetapkan rentang waktu pelaksanaannya dari tahun 2020 hingga 2028 mendatang.

Terlepas dari itu, akuisisi perusahaan tambang lain belum menjadi prioritas utama ZINC yang harus segera dilakukan.

Hendra mengaku, sejauh ini pihaknya baru melakukan pembicaraan awal dengan dua perusahaan tambang yang berlokasi di Sumatra dan Kalimantan. Nama perusahaan itu pun belum bisa dibeberkan oleh ZINC.

Baca Juga: Proyek smelter pemurnian timbal ZINC ditargetkan kelar akhir tahun ini

“Namun, perusahaan yang akan diakuisisi nantinya bergerak di bidang penambangan komoditas yang sama dengan kami,” ujar dia ketika ditemui Kontan, Jumat (18/10).

Asal tahu saja, ZINC bergerak di sektor penambangan mineral, seperti timbal dan seng.

Lebih lanjut, untuk saat ini ZINC akan fokus menyelesaikan pembangunan smelter pemurnian timbal di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Smelter ini ditargetkan akan masuk ke tahap commissioning sekaligus bisa beroperasi pada kuartal IV-2019.

Selain itu, perusahaan juga berusaha menyelesaikan proyek smelter seng di lokasi yang sama. Hingga September kemarin, pembangunan fisik smelter tersebut mencapai 58%. Harapannya, smelter ini akan mulai diuji coba pada 2021 mendatang sehingga bisa beroperasi di tahun berikutnya.

Baca Juga: Holding Tambang MIND.ID membeli 20% saham INCO, ini pendapat analis

Hendra menyampaikan, ZINC juga sedang menggalang dana dengan perbankan sekitar  US$ 80 juta—US$ 100 juta. Dana ini sebagian akan digunakan untuk membantu pembangunan smelter seng, sementara sebagiannya lagi akan digunakan untuk keperluan operasional perusahaan.

“Sekarang kegiatan ini sudah dalam tahap due diligence, tapi kami belum bisa sebut nama perbankannya” tandas dia.

Baca Juga: Sejumlah emiten logam dan mineral percaya diri capai target produksi 2019


Reporter: Dimas Andi
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan


Close [X]
×